Iran Buka Selat Hormuz, Pasokan Energi Indonesia Diprediksi Lebih Stabil

news.fin.co.id - 19/04/2026, 11:35 WIB

Iran Buka Selat Hormuz, Pasokan Energi Indonesia Diprediksi Lebih Stabil

Kapal milik milik PT Pertamina International Shipping melintas di Selat Hormuz. Foto: Bakom RI

fin.co.id - Pemerintah Iran resmi membuka kembali Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran internasional, memberikan sinyal meredanya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Langkah ini dinilai membawa dampak positif bagi prospek energi Indonesia ke depan.

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dwi Anggia, menyampaikan bahwa keputusan tersebut menjadi kabar baik bagi stabilitas pasokan energi global, termasuk Indonesia.

“Pembukaan kembali Selat Hormuz merupakan perkembangan yang sangat positif bagi stabilitas pasokan energi global, termasuk Indonesia. Ini memberikan kepastian terhadap jalur distribusi energi yang sebelumnya sempat terganggu akibat dinamika geopolitik,” ujar Anggia dalam keterangan resmi, Sabtu, 18 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa sejak konflik di Timur Tengah memanas, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan energi nasional, termasuk dengan mendorong pemanfaatan sumber energi baru berbasis sumber daya alam dalam negeri.

Advertisement

Berkat langkah tersebut, kondisi energi nasional tetap terjaga, baik dari sisi ketersediaan pasokan maupun stabilitas harga, hingga akhirnya situasi mulai membaik dengan dibukanya kembali jalur strategis tersebut.

“Pemerintah memastikan bahwa ketahanan energi nasional tetap terjaga selama periode ketidakpastian kemarin. Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, tekanan terhadap rantai pasok global mulai mereda, termasuk terhadap pergerakan harga minyak dunia yang menunjukkan tren penurunan,” jelasnya.

Terkait dua kapal milik PT Pertamina International Shipping, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang sebelumnya tertahan di kawasan tersebut, pemerintah terus melakukan koordinasi agar keduanya segera melanjutkan pelayaran.

“Kami berharap proses pelayaran secara bertahap mulai kembali normal seiring dengan dibukanya jalur tersebut. Pemerintah terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran distribusi energi ke dalam negeri tetap terjaga,” tambah Anggia.

Pemerintah Iran mengumumkan pembukaan jalur tersebut pada Jumat (17/4) malam, sejalan dengan kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.

“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka,” kata Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID