Kenaikan BBM Nonsubsidi Dinilai Dorong Minat Kendaraan Listrik

news.fin.co.id - 19/04/2026, 14:32 WIB

Kenaikan BBM Nonsubsidi Dinilai Dorong Minat Kendaraan Listrik

Foto ilustrasi lokasi pengisian daya listrik mobil (Dokumen Istimewa)

fin.co.id - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies, Bhima Yudhistira Adhinegara, menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi berpotensi mendorong konsumen kelas menengah atas beralih ke kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Ia menjelaskan bahwa kelompok masyarakat yang selama ini menggunakan BBM jenis premium seperti Pertamax Turbo atau Pertamina Dex cenderung mulai mempertimbangkan penggunaan mobil listrik.

“Untuk kelompok menengah ke atas yang biasa mengkonsumsi Pertamax Turbo ya, atau Pertamina Dex, ya, ada kecenderungan memang beralih ke mobil listrik atau EV,” kata Bhima dikutip dari Antara, Minggu, 19 April 2026.

Meski demikian, ia menilai peralihan ke kendaraan listrik bagi kalangan menengah masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah kenaikan harga EV akibat gangguan rantai pasok global, termasuk dampak situasi di Selat Hormuz yang memengaruhi ketersediaan komponen dan biaya produksi.

Selain itu, berkurangnya insentif pemerintah untuk kendaraan listrik pada 2026 juga menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat dalam mengambil keputusan.

“Tapi untuk yang kelompok menengah, masih menimbang-nimbang. Karena apa? Karena efek dari gangguan produksi dan juga rantai pasok di Selat Hormuz itu berpengaruh juga terhadap komponen dan juga biaya produksi bagi EV, sehingga EV-nya juga mengalami penyesuaian yang naik,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa setiap kelompok masyarakat memiliki respons berbeda terhadap perubahan harga dan kebijakan, termasuk dalam hal adopsi kendaraan listrik.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga sejumlah BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex sejak 18 April 2026, seiring penyesuaian harga minyak dunia dan dampak konflik geopolitik di Timur Tengah.

Di wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax Turbo meningkat menjadi Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.100. Dexlite naik menjadi Rp23.600 per liter dari Rp14.200, sementara Pertamina Dex menjadi Rp23.900 per liter dari Rp14.500.

Adapun harga Pertamax (RON 92) tetap bertahan di Rp12.300 per liter dan Pertamax Green di Rp12.900 per liter. Sementara itu, BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar juga tidak mengalami perubahan harga, masing-masing tetap di Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID