fin.co.id - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan pentingnya semangat pembaruan, toleransi, dan kebersamaan sebagai fondasi dalam menjaga Jakarta tetap inklusif dan harmonis.
“Pembaruan di Jakarta bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun masyarakat yang lebih empatik, saling menghargai, dan memiliki kepedulian sosial tinggi,” kata Rano di Jakarta, dikutip Minggu, 19 April 2026.
Dalam keterangannya, ia menekankan bahwa semangat pembaruan tidak semata berfokus pada pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menjunjung empati dan kepedulian sosial.
Rano juga menyoroti pentingnya menjaga keharmonisan di tengah keberagaman dengan memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang setara tanpa memandang latar belakang. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus menghadirkan berbagai fasilitas publik yang inklusif, mulai dari transportasi umum hingga taman kota dan ruang terbuka yang dapat diakses semua kalangan.
Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan yang harus dirawat melalui dialog dan interaksi lintas budaya, sehingga perbedaan dapat menjadi sumber kekayaan, bukan pemicu konflik.
“Keberagaman di Jakarta adalah kekuatan. Kita perlu terus membuka ruang dialog dan interaksi lintas budaya agar perbedaan justru memperkaya kehidupan kota,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyebut capaian Jakarta sebagai kota teraman kedua di kawasan ASEAN dengan skor keamanan 0,72 versi Global Residence Index 2026 sebagai hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.
“Capaian ini adalah buah dari kerja bersama. Ini menunjukkan kohesi sosial di Jakarta terjaga dengan baik dan harus terus dirawat,” katanya.
Menutup sambutannya, Rano mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga nilai kebersamaan, persaudaraan, dan toleransi demi mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif.
“Kami mengajak seluruh masyarakat merawat nilai kebersamaan, persaudaraan, dan toleransi melalui semangat #JagaJakarta, agar Jakarta tetap menjadi kota global yang aman, nyaman, inklusif, dan merangkul semua,” tutupnya.