fin.co.id - Peninjauan lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilakukan pada Jumat, 15 April 2026. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Nagekeo Mochamad Sauki, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI Robben Rico, serta Bupati Nagekeo Simplisius Donatus dan Wakil Bupati Gonzalo Gratianus Muga Sada bersama jajaran OPD.
Lokasi pembangunan berada di Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, di atas lahan dengan status Sertipikat Hak Pakai atas nama Pemerintah Kabupaten Nagekeo. Peninjauan ini bertujuan memastikan kesiapan lokasi, baik dari sisi batas wilayah, akses, maupun kondisi teknis sebelum pembangunan dimulai.
Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan terpadu. Selain pendidikan formal, siswa juga akan mendapatkan pembinaan karakter, keterampilan hidup, serta pemenuhan kebutuhan dasar.
Kepala Kantor Pertanahan menegaskan komitmennya dalam mendukung program tersebut, terutama dalam menjamin kepastian hukum lahan. Ia memastikan bahwa status tanah telah jelas dan tidak bermasalah, sehingga tidak akan menghambat proses pembangunan.
“Kami mendukung penuh program ini. Status lahan sudah jelas dan bersertifikat, sehingga proses pembangunan bisa langsung dilanjutkan tanpa hambatan administrasi,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kepastian legalitas menjadi faktor penting agar proyek strategis ini tidak terhenti di tengah jalan. Dengan kondisi lahan yang telah “clean and clear”, pemerintah pusat dapat segera melanjutkan ke tahap perencanaan teknis hingga penganggaran.
Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, menilai program ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mengurangi angka kemiskinan di daerah.
“Kalau anak-anak dari keluarga kurang mampu kita sekolahkan dan bina dengan baik, maka kita sedang membangun masa depan daerah sekaligus memutus rantai kemiskinan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gonzalo Gratianus Muga Sada menyatakan kesiapan penuh pemerintah daerah dalam mendukung realisasi pembangunan. Ia menyebutkan bahwa lahan seluas 8,1 hektare telah disiapkan dan siap digunakan.
“Lahan clear, tinggal kita kawal bersama agar proses pembangunan segera berjalan,” ujarnya.
Saat ini, pembangunan Sekolah Rakyat di Nagekeo tinggal menunggu tahap finalisasi desain serta penganggaran dari pemerintah pusat. Dengan dukungan lintas sektor dan legalitas lahan yang telah dipastikan, proyek ini diharapkan segera terealisasi dan menjadi langkah nyata dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di daerah tersebut.
(Adm)