fin.co.id - Buat kamu yang mengincar bangku kuliah di IPB University lewat jalur SNBT 2026, ada satu hal penting yang wajib dipahami: tidak ada passing grade.
Artinya, kelulusan kamu tidak ditentukan oleh nilai minimal tertentu, melainkan berdasarkan sistem ranking dari hasil UTBK. Siapa yang skornya paling tinggi, dialah yang punya peluang besar lolos.
Sistem ini dikenal dengan istilah cut-off, di mana peserta akan diurutkan berdasarkan nilai. Jika sebuah jurusan memiliki kuota 50 kursi, maka hanya 50 peserta dengan skor tertinggi yang akan diterima.
Total 2.481 Kursi, Tersebar di 61 Program Studi
Tahun ini, IPB membuka peluang cukup besar dengan menyediakan 2.481 kursi untuk jalur SNBT.
Kuota tersebut terbagi ke dalam:
-
44 program Sarjana (S1)
-
17 program Sarjana Terapan (D4) dari Sekolah Vokasi
Dengan total 61 jurusan, kamu punya banyak pilihan. Tapi ingat, semakin populer jurusan, biasanya persaingan juga makin ketat.
Makanya, penting banget untuk tidak hanya fokus pada jurusan favorit, tapi juga melihat peluang secara strategis.
Banyak peserta SNBT terjebak memilih jurusan “favorit” tanpa mempertimbangkan daya tampung. Padahal, strategi terbaik adalah menggabungkan minat dengan peluang realistis.
Coba cek:
-
Jurusan dengan kuota besar → peluang lebih luas
-
Jurusan dengan peminat sedikit → persaingan lebih ringan
IPB sendiri menyediakan data daya tampung di situs resminya. Dari sana, kamu bisa membandingkan peluang secara objektif.
Kalau kamu merasa kurang percaya diri bersaing di jurusan populer seperti Kedokteran Hewan atau Manajemen, ada alternatif menarik: jurusan baru.