Pendidikan . 20/04/2026, 18:44 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Menurutnya, benwit berpotensi menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar.
“Kalau benwit ini lebih bagus lagi, masa depan Indonesia cerah,” ujarnya.
Amran juga menyebut kualitas benwit berada di antara Pertalite dan Pertamax , sehingga cukup kompetitif untuk digunakan secara luas.
Langkah konkretnya, pemerintah langsung mendorong kerja sama antara ITS dengan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV).
Kerja sama ini bertujuan untuk:
Menyebarkan produksi skala kecil
Melanjutkan uji coba
membayangkan produksi massal
Jika hasilnya optimal, proyek ini akan dibawa ke tingkat nasional untuk didistribusikan ke masyarakat.
Amran juga menyoroti potensi besar hilirisasi kelapa dan sawit di Indonesia. Jika dikelola secara maksimal, nilainya bisa mencapai Rp10.000 triliun .
Tak hanya bahan bakar, produk turunan sawit dan kelapa juga mencakup:
Minyak kelapa murni
Air kelapa
Susu kelapa untuk ekspor
Rektor ITS, Bambang Pramujati , memastikan bahwa setiap inovasi kampus diarahkan untuk menjawab kebutuhan industri dan negara.
ITS juga berupaya mewujudkan kerja sama dengan pemerintah dan sektor industri agar hasil penelitian tidak hanya berhenti di laboratorium.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media