MIRIS! Kapal Tanker Pertamina GMT GAMSUNORO: Berbendera Panama, Seluruh Kru BUKAN PELAUT INDONESIA, Tapi WN India, DIMANA NASIONALISME?

news.fin.co.id - 20/04/2026, 15:58 WIB

MIRIS! Kapal Tanker Pertamina GMT GAMSUNORO: Berbendera Panama, Seluruh Kru BUKAN PELAUT INDONESIA, Tapi WN India, DIMANA NASIONALISME?

Kapal Tanker Pertamina GMT GAMSUNORO, Berbendera Panama, Seluruh Kru BUKAN PELAUT INDONESIA, Tapi WN India

Fin.co.id – Sebuah video yang diunggah kreator asal Indonesia, @andrianumar (Rian Zale), mendadak viral dan memicu perdebatan publik. Dalam rekaman tersebut, ia menemukan fakta mengejutkan: kapal tanker raksasa GMT Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS) ternyata tidak memiliki satu pun awak berkewarganegaraan Indonesia. Semua kru merupakan warga negara India.

Peristiwa ini terjadi pada 18 April 2026, tepat saat Iran kembali menutup jalur vital Selat Hormuz yang memaksa GMT Gamsunoro melempar jangkar di perairan Teluk Arab/Dubai demi keamanan.

Melalui panggilan radio resmi, Rian mencoba menjalin kontak menggunakan bahasa Inggris. Namun, komunikasi tersebut justru mengungkap kenyataan pahit yang memicu kekecewaan besar di kalangan pelaut domestik.

"Karena aku berharap ada orang Indonesia. Syok pasti! Sebagai putra bangsa pasti kecewa," ungkap Rian dalam video unggahannya yang kini viral dan menuai ratusan komentar pedas dari netizen.

Advertisement

Profil GMT Gamsunoro, Kapal BUMN Berbendera Panama

Berdasarkan data teknis per April 2026, MT Gamsunoro merupakan kapal pengangkut minyak mentah (crude oil tanker) yang dibangun pada tahun 2014.

Meskipun dimiliki oleh anak usaha Pertamina, kapal berukuran 228,6 x 42 meter ini beroperasi dengan bendera Panama.

Penggunaan bendera asing dan kru luar negeri pada aset negara ini memicu perdebatan mengenai nasionalisme dan keberpihakan BUMN terhadap tenaga kerja lokal di kancah internasional.

Saat ini, kapal dengan nomor IMO 9677313 tersebut dilaporkan masih tertahan di kawasan Teluk Arab pasca melakukan docking di Tuzla, Turki.

Fokus utama manajemen saat ini adalah memastikan keselamatan awak kapal asal India tersebut di tengah eskalasi militer antara Iran dan pihak Barat.

Situasi ini menjadi sorotan tajam bagi publik Indonesia, tidak hanya karena masalah keamanan energi, tetapi juga soal identitas awak kapal yang dianggap tidak merepresentasikan kepentingan nasional.

Advertisement

Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis

Penulis FIN.CO.ID