fin.co.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian menyampaikan proses pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus dipercepat untuk memulihkan konektivitas antarwilayah. Ia menegaskan, tahap utama saat ini adalah peningkatan kondisi infrastruktur dari status fungsional menuju permanen.
“Tahap selanjutnya adalah meningkatkan kondisi jalan dan jembatan dari fungsional menjadi permanen,” katanya di Jakarta, Senin, 20 April 2026.
Berdasarkan data Satgas PRR per 18 April, sebagian besar infrastruktur jalan nasional di tiga provinsi tersebut telah kembali berfungsi. Di Aceh, seluruh 46 ruas jalan nasional dan 23 jembatan nasional yang sebelumnya terdampak kini sudah dapat digunakan kembali.
Untuk jalan daerah, 1.521 dari 1.638 titik telah pulih, serta 351 dari 652 jembatan daerah juga kembali berfungsi.
Di Sumatera Utara, seluruh 30 ruas jalan nasional dan tujuh jembatan nasional telah beroperasi kembali. Sementara itu, 607 dari 616 titik jalan daerah serta 343 dari 366 jembatan daerah juga telah dapat dilalui.
Adapun di Sumatera Barat, seluruh 31 ruas jalan nasional dan 13 jembatan nasional sudah kembali aksesibel. Untuk infrastruktur daerah, 149 dari 167 titik jalan serta 97 dari 163 jembatan juga telah pulih.
Tito juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam proses pemulihan, termasuk Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta Kementerian Pekerjaan Umum yang terus bekerja mempercepat normalisasi infrastruktur.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyebut pemerintah meningkatkan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi, khususnya pada sektor Bina Marga yang naik menjadi Rp21,90 triliun dari sebelumnya Rp14,29 triliun.
Dana tersebut difokuskan untuk penanganan longsor serta perbaikan dan pembangunan kembali jalan nasional maupun daerah di wilayah terdampak.
“Kami tidak hanya memperbaiki, tetapi juga membangun kembali dengan standar yang lebih kuat agar lebih tahan terhadap bencana di masa mendatang,” katanya.