6,9 Ton Ikan Sapu-Sapu Disikat! Rano Karno Usul Diolah Jadi Arang

news.fin.co.id - 21/04/2026, 19:06 WIB

6,9 Ton Ikan Sapu-Sapu Disikat! Rano Karno Usul Diolah Jadi Arang

Kondisi ikan sapu-sapu mati di Situ Rawa Gede Kota Bekasi

fin.co.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno melontarkan ide tak biasa untuk mengatasi ledakan populasi ikan sapu-sapu di sungai ibu kota, yakni mengolahnya menjadi arang.

Menurut Bang Doel, gagasan tersebut terinspirasi dari pengalaman Brasil yang pernah menghadapi masalah serupa. Ia menyebut, di negara tersebut ikan sapu-sapu berhasil dimanfaatkan menjadi produk lain yang bernilai guna.

"Usulan sementara, ini pernah dilakukan oleh Brazil. Bahwa ternyata ikan sapu-sapu ini di Brazil juga menjadi permasalahan, tapi ternyata dia bisa menjadi komponen lain. Itu bahkan bisa menjadi arang. Coba kita bikin seperti ini," kata Rano di Balai Kota Jakarta, Selasa, 21 April 2026.

Saat ini, populasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta disebut telah mencapai sekitar 60 persen. Sifatnya yang invasif membuat ekosistem sungai terganggu, bahkan memangsa biota lain.

Advertisement

Rano mengaku terkejut dengan jumlah ikan yang berhasil ditangkap dalam operasi serentak di lima wilayah pada Jumat, 17 April 2026. Total sebanyak 6,9 ton ikan sapu-sapu berhasil dijaring hanya dalam satu kali kegiatan.

"Kemarin itu kan baru pertama kali. Kita juga kaget, lho. Jumlah ikan sapu-sapu yang tertangkap sekian ton itu kaget kita," ujarnya.

Ke depan, operasi penangkapan akan terus dilakukan secara berkala untuk menekan populasinya.

Sementara itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga telah menyiapkan alternatif pemanfaatan lain, yakni mengolah ikan sapu-sapu menjadi pupuk organik.

"Yang paling gampang adalah dipakai untuk pupuk organik," kata Dirjen Perikanan Budidaya, Haeru Rahayu.

Selain itu, ikan ini juga sempat diusulkan menjadi bahan tepung ikan untuk pakan ternak. Namun, opsi tersebut dinilai berisiko karena tingginya kandungan residu dalam daging ikan sapu-sapu.

"Ada sebetulnya usulan dipakai untuk tepung ikan. Kami memiliki kekhawatiran yang cukup tinggi residunya cukup tinggi. Kalau jadikan tepung ikan kemudian dimakan oleh ikan, ikannya dimakan oleh manusia, maka punya potensi untuk apa masuk ke manusia," tuturnya.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID