fin.co.id - Isu kenaikan harga LPG 3 kg kembali ramai dibicarakan. Di tengah melonjaknya harga gas nonsubsidi, banyak masyarakat mempertanyakan apakah gas melon juga akan ikut naik pada April 2026.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akhirnya buka suara dan memberikan kepastian. Ia menegaskan bahwa harga LPG 3 kg tidak mengalami kenaikan, meskipun harga gas nonsubsidi sudah melonjak lebih dari Rp30 ribu per tabung.
"Tapi kalau untuk LPG 3 kilogram, sejak LPG diterapkan tahun 2006, 2007, LPG itu sampai dengan sekarang belum pernah kita naikkan harga dari pemerintah," ujar Bahlil ditemui di kantornya, Senin (20/4).
Bahlil juga menyinggung bahwa selama ini pemerintah tetap mempertahankan harga LPG subsidi meski berbagai gejolak global terjadi, termasuk saat konflik Rusia-Ukraina.
Namun, ia mengakui bahwa masyarakat kerap menemukan harga LPG 3 kg yang lebih mahal di lapangan. Menurutnya, hal tersebut bukan kebijakan resmi pemerintah, melainkan terjadi di tingkat distribusi.
"Yang ada itu adalah dimainkan harganya di distributor dan pangkalan. Itu kira-kira," jelasnya.
Untuk itu, pemerintah sempat berupaya membenahi sistem distribusi agar subsidi benar-benar tepat sasaran. Namun, langkah tersebut sempat memicu kepanikan di masyarakat.
"Dulu kalian masih ingat kan tahun 2025 Februari. Yang kalian-kalian juga hajar saya kan waktu itu. Itu waktu itu saya mau tata untuk betul-betul yang subsidi itu adalah yang menerima yang berhak. Dengan harga yang betul-betul sudah ditetapkan," ujarnya.
Bahlil mengungkapkan, jika penataan distribusi berjalan sesuai rencana, harga LPG 3 kg seharusnya bisa tetap terjangkau sesuai ketetapan pemerintah.
"Harga yang ditetapkan waktu itu Rp17 ribu sampai Rp18 ribu. Itu harga subsidi, harus sampai di rakyat. Tapi kan ada yang sampai Rp25 ribu waktu itu dibuat. Tapi begitu mau ditertibkan kan. Ya macam-macam lah. Yaudah lah, sudah berlalu," pungkasnya. *