Tak hanya itu, teknologi juga dimanfaatkan untuk berbuat curang. Beberapa peserta diketahui:
-
Memodifikasi foto wajah agar tidak mudah dikenali saat verifikasi
-
Menggunakan alat bantu dengar tersembunyi untuk menerima jawaban dari luar
Praktik ini menunjukkan bahwa kecurangan UTBK semakin kompleks dan membutuhkan pengawasan ekstra ketat.
Pengawasan Super Ketat di Lokasi Ujian
Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 berlangsung mulai 21 April hingga 30 April 2026 di berbagai pusat ujian di Indonesia.
Di Universitas Negeri Jakarta, panitia menerapkan pengecekan berlapis sejak peserta datang. Peserta hanya diperbolehkan membawa:
-
Kartu peserta
-
Kartu identitas
-
Surat keterangan kelas 12 atau ijazah
Sementara itu, di Universitas Indonesia, sistem keamanan diperketat dengan penggunaan metal detector untuk memastikan tidak ada perangkat mencurigakan yang dibawa peserta.
Langkah ini menjadi bukti keseriusan panitia dalam menutup celah kecurangan sekecil apa pun.
Materi Ujian Masih Sama, Tapi Sistem Berubah
Dari sisi materi, UTBK-SNBT 2026 tidak mengalami perubahan signifikan. Ujian tetap meliputi:
-
Tes Potensi Skolastik (TPS)
-
Penalaran matematika
-
Literasi Bahasa Indonesia
-
Literasi Bahasa Inggris
Namun, ada satu perubahan penting yang cukup berdampak, yakni mekanisme penentuan lokasi ujian.
Jika sebelumnya peserta bebas memilih lokasi, kini sistem yang menentukan lokasi ujian secara otomatis.