Kerja Sama Antariksa RI-Rusia, Peluang WNI Ikuti Program Kosmonaut

news.fin.co.id - 22/04/2026, 16:25 WIB

Kerja Sama Antariksa RI-Rusia, Peluang WNI Ikuti Program Kosmonaut

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono merespons sikap negara Kelompok Tujuh (G7) yang cenderung membela Israel, dalam pertempuran Iran-Israel.

fin.co.id - Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin membuka peluang kerja sama baru di sektor antariksa. Salah satu rencana yang mencuat adalah pengiriman warga negara Indonesia untuk mengikuti program pelatihan kosmonaut di Rusia.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengungkapkan inisiatif tersebut merupakan bagian dari pembicaraan bilateral kedua negara.

"Bapak Presiden juga menyampaikan kemungkinan untuk Indonesia mengirimkan orang-orang terpilih dan terbaik untuk bisa mengikuti program kosmonotnya Rusia," kata Sugiono dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Rabu, 22 April 2026.

Menurutnya, keterlibatan dalam program semacam itu menjadi salah satu indikator kemajuan teknologi suatu negara, khususnya dalam kemampuan menjelajah ruang angkasa.

Advertisement

"Karena ini merupakan satu parameter bahwa suatu negara memiliki keunggulan di bidang teknologi, kemudian bisa mengirimkan awak ataupun alat ke orbit," ucapnya.

Istilah kosmonaut sendiri merujuk pada individu yang telah menjalani pelatihan khusus untuk misi penerbangan antariksa berawak, baik sebagai pilot maupun kru pesawat luar angkasa. Penyebutan ini umum digunakan di Rusia, berbeda dengan istilah astronaut yang lebih identik dengan Amerika Serikat.

Dalam sejarah eksplorasi antariksa, kosmonaut pertama di dunia adalah Yuri Gagarin dari Uni Soviet, yang mencatatkan penerbangan bersejarah pada 1961. Sementara itu, Tiongkok juga memiliki sebutan tersendiri, yakni taikonaut, dengan Yang Liwei sebagai orang pertama yang menjalani misi tersebut.

Rencana pengiriman WNI ke Rusia ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia di bidang teknologi tinggi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama internasional di sektor antariksa.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID