Hukum dan Kriminal . 23/04/2026, 22:45 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id - Kabar gembira bagi para kolektor barang mewah dan pemburu aset harga miring. Kejaksaan Agung melalui Badan Pemulihan Aset (BPA) resmi mengumumkan perhelatan akbar bertajuk BPA Fair 2026.
Program ini merupakan bazar lelang aset koruptor yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah) sebagai langkah nyata dalam memulihkan kerugian finansial negara.
Sebanyak 400 aset yang terbagi dalam 245 lot akan dilelang secara terbuka, transparan, dan akuntabel.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 18 hingga 22 Mei 2026, BPA Fair diprediksi akan menjadi magnet bagi masyarakat karena menghadirkan barang-barang prestisius dengan harga yang kompetitif.
"Program ini dirancang secara komprehensif untuk menguatkan sistem pemulihan aset nasional. Kami ingin memastikan aset-aset ini kembali memberikan manfaat nyata bagi negara," kata Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI, Kuntadi.
Sorotan utama dalam BPA Fair 2026 ini tak lain adalah kehadiran deretan supercar hasil sitaan dari berbagai kasus korupsi besar.
Mobil-mobil kelas dunia seperti Ferrari hingga McLaren dipastikan masuk dalam daftar katalog lelang.
Kehadiran unit-unit mewah ini diharapkan mampu mendongkrak minat masyarakat yang selama ini dinilai masih rendah terhadap aset-aset tertentu.
Penyelenggaraan bazar lelang di Kantor Badan Pemulihan Aset, Jakarta ini mengusung tema “Pemulihan Aset Untuk Kesempurnaan Keadilan”.
Dengan target penjualan mencapai 75%, Kejagung optimis bahwa inovasi ini akan menjadi game changer atau terobosan perdana yang efektif dalam menyelesaikan hambatan teknis lelang konvensional.
Demi menjamin keamanan transaksi dan kemudahan bagi para peserta, BPA menjalin kolaborasi erat dengan kementerian serta lembaga keuangan papan atas.
Proses lelang ini didukung penuh oleh Kementerian Keuangan serta bank-bank yang tergabung dalam Himbara (Himpunan Bank Milik Negara).
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media