Diskominfo Tangerang Minta Warga Waspadai Penipuan di Telegram 

news.fin.co.id - 23/04/2026, 17:12 WIB

Diskominfo Tangerang Minta Warga Waspadai Penipuan di Telegram 

Diskominfo Kota Tangerang meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan daring. (Ist)

fin.co.id -  Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan kerja sampingan yang tersebar melalui grup aplikasi pesan Telegram.

Modus yang dikenal dengan skema "Misi Berbayar" ini kerap mencatut nama institusi perbankan ternama untuk meyakinkan korbannya.

Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, menyatakan bahwa pelaku kejahatan siber kini semakin lihai memainkan psikologi korban. Mereka menawarkan keuntungan besar melalui tugas-tugas yang tergolong ringan.

"Waspadai jika diminta mentransfer sejumlah uang atau deposit dengan dalih misi besar untuk mendapat keuntungan berlipat," ujar Mugiya dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).

Advertisement

Mugiya menerangkan, penipuan ini biasanya diawali dengan undangan masuk ke grup Telegram secara sepihak. Korban kemudian diberi tugas sederhana, seperti memberikan tanda suka (like) pada sebuah konten, lalu diberikan komisi kecil untuk membangun kepercayaan.

Selain permintaan deposit, ciri lain dari modus ini adalah kontrol grup yang ketat, di mana hanya admin yang memiliki akses untuk mengirimkan pesan.

Ia mengimbau warga Kota Tangerang agar tidak mudah tergiur dan lebih berani menolak tawaran tersebut sejak awal guna menghindari kerugian finansial.

"Jika menemukan atau menjadi korban penipuan siber, segera lapor melalui kanal resmi kepolisian atau layanan aduan masyarakat di aplikasi Tangerang LIVE," tegasnya.

Sebagai langkah preventif, Diskominfo Kota Tangerang membagikan empat panduan bagi warga:

• Abaikan dan Keluar: Segera klik "Report Spam and Leave" jika diundang ke grup mencurigakan.

• Jangan Transfer: Hindari mengirim uang ke rekening tak dikenal dengan alasan pencairan hasil kerja.

• Lindungi Data Pribadi: Jangan memberikan data perbankan, PIN, atau kode OTP kepada siapa pun.

• Gunakan Logika: Waspadai tawaran kerja ringan dengan penghasilan jutaan rupiah dalam waktu singkat.

Advertisement
Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Reporter FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang.