fin.co.id – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkapkan telah menerima bukti visual terbaru berupa dokumentasi foto jenazah seorang warga sipil yang menjadi korban penembakan di Kabupaten Puncak, Papua.
Informasi ini disampaikan oleh Kepala Sekretariat Komnas HAM Perwakilan Papua, Fritz. Ia menjelaskan, jenazah yang sudah berhasil dikenali tersebut kini tengah melalui proses pembakaran.
"Yang terakhir itu Komnas HAM terus memantau situasi terkini di Puncak, bahkan kemarin itu kami juga dikirimkan foto-foto bagaimana jenazah yang baru bisa dievakuasi, dan dalam proses pembakaran," ujar Fritz dalam konferensi pers di Komnas HAM, Kamis, 23 April 2026.
Dari total lima korban selamat yang tercatat, tim Komnas HAM baru dapat bertemu satu saksi kunci bernama Ance Selenggen. Perempuan tersebut saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Dian Harapan akibat luka tembak di bagian leher.
Keterangan yang diberikan Ance tergolong mengejutkan dan disampaikan secara terbuka. Ia menjelaskan secara rinci peristiwa saat peluru menembus tubuhnya, termasuk dugaan pelaku penembakan yang disebut berasal dari oknum aparat.
"Yang bersangkutan tidak tanggung-tanggung mengatakan bahwa yang menembak saya adalah tentara berseragam," kata Fritz.
Sementara itu, laporan pengaduan terkait insiden ini telah disampaikan secara bersamaan, baik ke kantor perwakilan daerah maupun langsung ke pimpinan Komnas HAM di Jakarta.
"Pasca kejadian ini sesungguhnya Komnas HAM mendapatkan pengaduan oleh mitra yang ada di Puncak Jaya," ujar Fritz.
"Itu dikirim langsung kepada pimpinan Komnas HAM di Jakarta, tapi juga kami juga mendapatkan dokumen yang sama dikirimkan kepada kantor perwakilan," pungkasnya.