Internasional . 23/04/2026, 21:25 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id - Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan keberhasilan operasi intersepsi terhadap dua kapal komersial yang dituduh melakukan pelanggaran berat di Selat Hormuz.
Salah satu kapal yang disita adalah MSC-Francesca, yang diidentifikasi milik rezim Israel, serta kapal Epaminodes.
Kedua kapal tersebut kini telah ditarik paksa ke perairan teritorial Iran untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait muatan dan dokumen perjalanan.
Pihak Teheran menuduh kapal-kapal tersebut melakukan serangkaian tindakan ilegal.
Mulai dari beroperasi tanpa izin resmi, sabotase sistem bantuan navigasi, hingga upaya melintasi selat secara sembunyi-sembunyi yang membahayakan keamanan maritim internasional.
Operasi ini dilakukan sebagai bentuk penegakan kedaulatan Iran atas jalur air paling strategis di dunia tersebut.
"Dengan dominasi intelijen pasukan, kapal-kapal ini diidentifikasi dan dihentikan untuk menegakkan hak-hak bangsa Iran yang mulia di Selat Hormuz," tegas pernyataan resmi Angkatan Laut IRGC, Kamis (23/04/2026).
Penyitaan ini bukanlah kejadian terisolasi, melainkan bagian dari kontrol khusus yang diberlakukan Teheran pasca pecahnya konflik bersenjata dengan aliansi AS-Israel pada akhir Februari lalu.
Iran kini mewajibkan setiap kapal yang melintas untuk mendapatkan izin transit terlebih dahulu.
Kebijakan ini merupakan balasan langsung atas blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran yang dianggap Teheran sebagai tindakan agresi ilegal.
Saat ini, Parlemen Iran tengah menggodok rancangan undang-undang yang lebih ketat, termasuk:
• Larangan total bagi semua kapal yang berafiliasi dengan Israel.
• Izin wajib bagi kapal-kapal dari negara yang dikategorikan sebagai "musuh".
• Pengenaan biaya transit bagi setiap kapal yang menggunakan jalur Selat Hormuz.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media