Megapolitan . 24/04/2026, 18:19 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
Selain fungsional, waste station ini juga punya sentuhan artistik. Desainnya dibuat oleh seniman visual asal Yogyakarta, Wulang Sunu.
Motif yang diusung merepresentasikan tiga pilar utama MR.D.I.Y. untuk Indonesia, yaitu:
Dengan pendekatan ini, fasilitas publik nggak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga menyampaikan pesan yang kuat secara visual.
Rekosistem melihat kolaborasi ini sebagai cara efektif untuk menjangkau masyarakat di titik strategis. Dengan sistem terintegrasi dan insentif yang relevan, mereka ingin mengubah persepsi bahwa memilah sampah itu ribet.
Sebaliknya, kebiasaan ini bisa menjadi bagian dari rutinitas harian.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif ini. Kolaborasi antara sektor swasta, teknologi, dan komunitas dinilai sebagai contoh konkret dalam mendorong gerakan pemilahan sampah dari sumber.
Pandangan serupa juga datang dari komunitas lingkungan. Mereka menekankan bahwa sampah sebenarnya mencerminkan kebiasaan sehari-hari.
Ketika fasilitas tersedia di tempat yang tepat, perubahan perilaku jadi jauh lebih mungkin terjadi. Artinya, solusi seperti waste station ini bisa menjadi pemicu kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan.
Sepanjang 2025, MR.D.I.Y. Indonesia mencatat sejumlah pencapaian yang memperkuat komitmen mereka terhadap lingkungan:
Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak parsial, tetapi menyentuh berbagai aspek pengelolaan lingkungan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media