Lawan Misinformasi, IVAXCON 2026 Dorong Strategi Imunisasi Lintas Generasi

news.fin.co.id - 25/04/2026, 17:32 WIB

Lawan Misinformasi, IVAXCON 2026 Dorong Strategi Imunisasi Lintas Generasi

Lawan Misinformasi, IVAXCON 2026 Dorong Strategi Imunisasi Lintas Generasi

fin.co.id - Ancaman penyakit menular sering kali mengintai tanpa gejala, namun dampaknya terhadap kualitas hidup masyarakat sangat masif. Sayangnya, upaya perlindungan kesehatan saat ini masih terganjal tantangan besar berupa arus misinformasi yang menyesatkan.

Merespons kondisi tersebut, MSD Indonesia menggelar seminar strategis IVAXCON 2026 pada 24-26 April 2026. Forum ini bertepatan dengan peringatan Pekan Imunisasi Dunia 2026. Acara ini menjadi wadah dialog yang mempertemukan tenaga kesehatan, pembuat kebijakan, sektor swasta, hingga komunitas untuk memperkuat literasi kesehatan nasional.

Sejumlah penyakit mematikan seperti infeksi Human Papillomavirus (HPV) menjadi sorotan utama dalam forum ini. Infeksi HPV berkontribusi pada hampir 99 persen kasus kanker serviks di seluruh dunia. Selain itu, infeksi bakteri pneumokokus yang memicu pneumonia dan meningitis juga menjadi ancaman serius yang sering kali berkembang tanpa gejala awal yang spesifik.

Penyakit lain yang dapat dicegah dengan vaksin (PD3I) seperti campak, gondongan, rubella, dan varicella juga masih menunjukkan tren peningkatan. Kondisi ini tidak hanya mengancam kesehatan individu, tetapi juga memperberat beban sistem layanan kesehatan serta pembiayaan negara dalam jangka panjang.

Advertisement

Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou, menegaskan bahwa strategi pencegahan harus berjalan secara berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa perlindungan di setiap fase kehidupan melalui life-course immunization kini menjadi langkah krusial yang selaras dengan standar global.

"IVAXCON 2026 hadir untuk mensinergikan sains dan edukasi guna memperkuat ketahanan kesehatan nasional. Kami percaya bahwa pencegahan yang tepat adalah strategi efisiensi sumber daya yang paling efektif," ungkap George dalam keterangannya.

Lindungi Anak dan Usia Produktif

Dalam perspektif kesehatan anak, perlindungan sejak dini tetap menjadi prioritas utama. Hal ini karena sistem kekebalan tubuh bayi belum berkembang sempurna sehingga sangat rentan terhadap infeksi berat.

Dokter Spesialis Anak, dr. Attila Dewanti, Sp.A (K), mencatat bahwa kasus campak dan pneumonia berat masih sering muncul di praktik klinis. Menurutnya, hambatan terbesar saat ini adalah derasnya misinformasi yang memicu keraguan orang tua untuk memberikan perlindungan medis bagi anaknya.

"Penting bagi orang tua untuk mencari rujukan medis yang kredibel agar tidak terjebak dalam mitos yang membahayakan masa depan anak," tegas dr. Attila.

Sementara itu, tantangan berbeda muncul pada kelompok usia produktif. Kaum muda, terutama perempuan, sering kali abai terhadap perencanaan kesehatan preventif karena fokus pada karier dan finansial.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Darrell Fernando, Sp.OG, menjelaskan bahwa imunisasi HPV merupakan keputusan cerdas untuk melindungi kualitas hidup perempuan. Ia menyayangkan banyak pasien yang baru menyadari risiko ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut.

Advertisement

"Kita perlu menggeser pola pikir dari pengobatan menjadi pencegahan sejak dini. Memilih imunisasi adalah bentuk tanggung jawab untuk melindungi potensi dan kemandirian perempuan," tutur dr. Darrell.

Melalui IVAXCON 2026, para pemangku kepentingan berharap lahir solusi berbasis data yang mampu menjadi rujukan kredibel bagi masyarakat. Penguatan literasi ini menjadi kunci utama untuk membangun sistem kesehatan yang tangguh, baik untuk saat ini maupun di masa depan.(*).

Ari Nur Cahyo
Ari Nur Cahyo
Penulis

Penulis di FIN.CO.ID sejak Maret 2022 yang fokus mengeksplorasi dunia Teknologi, Sepak Bola, dan Anime. Memiliki ketertarikan kuat pada isu-isu viral, ia berkomitmen menghadirkan konten yang segar, informatif, dan relevan dengan tren masa kini.