Viral . 25/04/2026, 16:37 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Selamat berpisah para-para saudara
Sampai bertemu di lain waktu dan masa
Jangan lupa bahagia untuk kita semua
Salam manis untuk Anda
Secara tekstual, lagu ini menyebutkan sosok Siti Mawarni binti Solehudin sebagai anak Labuhanbatu. Namun, dalam kacamata komunikasi massa, nama ini dianggap sebagai representasi atau metafora dari "suara rakyat jelata".
Penggunaan nama lokal yang sangat spesifik memberikan kesan otentik bahwa masalah yang diangkat adalah masalah nyata yang terjadi di akar rumput Sumatera Utara.
Bagian yang paling menggetarkan hati publik adalah permintaan doa agar "Backing Sabu" segera dicabut nyawanya.
Ini menunjukkan tingkat keputusasaan sekaligus keberanian masyarakat yang merasa hukum formal terkadang sulit menyentuh para oknum di balik layar.
Lagu ini menjadi saluran katarsis bagi masyarakat yang selama ini hanya bisa diam melihat kerusakan moral akibat narkoba.
Lagu "Siti Mawarni" adalah bukti nyata media sosial bukan hanya tempat pamer gaya hidup. Melainkan mimbar bebas bagi rakyat untuk berteriak.
Liriknya yang tajam menjadi pengingat bagi semua pihak, termasuk pemerintah dan aparat penegak hukum: ada keresahan yang sangat dalam di tengah masyarakat terkait peredaran barang haram narkoba.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media