Megapolitan . 26/04/2026, 16:39 WIB

Balai Budaya Condet Jadi Benteng Budaya Betawi di Tengah Modernisasi Jakarta

Penulis : Wanda Afifah  |  Editor : Wanda Afifah

Skema ini membuka peluang besar bagi komunitas seni, akademisi, hingga kreator lokal untuk memanfaatkan ruang tersebut

Panggung Karya “Ampu Empuan” Jadi Bukti Nyata

Belum lama ini, Balai Budaya Condet menjadi lokasi pertunjukan disertasi tari berjudul “Ampu Empuan”. Karya ini digagas oleh Lydia Devi Nurshanti, mahasiswa Program Doktor Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Pertunjukan ini mengusung konsep Embodied Habitus, yang mengangkat peran ganda perempuan Betawi. Tidak hanya soal estetika tari, karya ini juga membawa pesan sosial dan budaya yang kuat.

Menurut Rinaldi, pertunjukan tersebut sekaligus menegaskan kembali identitas Balai Budaya Condet sebagai ruang bagi seniman untuk menciptakan karya sekaligus menjaga tradisi.

Jadi Laboratorium Budaya yang Dekat dengan Masyarakat

Kepala Program Studi Pascasarjana ISI Yogyakarta, Octavianus Cahyono Prianto, juga melihat peran strategis Balai Budaya Condet. Ia menilai tempat ini bisa berfungsi sebagai laboratorium tari sekaligus pusat pengenalan budaya daerah.

Di tengah kondisi budaya lokal yang mulai tergerus, keberadaan ruang seperti ini menjadi semakin penting. Balai Budaya Condet bahkan berpotensi menjadi sentral budaya yang menghubungkan seniman dan masyarakat.

Salah satu keunggulannya terletak pada lokasi yang dekat dengan lingkungan warga. Hal ini memudahkan akses masyarakat untuk datang, menonton, hingga terlibat langsung dalam kegiatan seni.

Octavianus mengaku terkesan dengan desain panggung serta akses masuk yang ramah bagi pengunjung. Menurutnya, hal ini menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki semua ruang pertunjukan.

Harapan: Bangkitkan Memori Kolektif Masyarakat

Ke depan, Balai Budaya Condet diharapkan tidak hanya menjadi tempat pertunjukan, tetapi juga mampu membangkitkan kembali memori kolektif masyarakat terhadap budaya lokal.

Artinya, setiap kegiatan yang digelar bisa meninggalkan kesan mendalam dan memperkuat hubungan masyarakat dengan tradisi mereka sendiri.

Jika dimaksimalkan, Balai Budaya Condet bisa menjadi simbol kebangkitan budaya Betawi di tengah kota metropolitan. Di saat tren global terus mendominasi, ruang seperti ini justru menjadi penyeimbang yang sangat dibutuhkan. (ANTARA)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com