fin.co.id - Pemerintah memastikan program magang nasional akan kembali dilanjutkan pada periode berikutnya dengan sejumlah peningkatan, baik dari sisi kuota peserta maupun kualitas pelatihan.
Kepastian ini mengemuka setelah pertemuan antara Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang membahas arah kebijakan ketenagakerjaan ke depan.
Program Magang Nasional 2025–2026 sebelumnya telah melibatkan sekitar 100 ribu peserta, dengan jumlah pendaftar mencapai kurang lebih 400 ribu orang. Tingginya minat tersebut menjadi dasar pemerintah untuk kembali membuka program serupa dengan skala yang lebih luas.
“Untuk periode 2026–2027, pemerintah berencana meningkatkan kuota sekaligus memperkuat kualitas dan keahlian peserta magang,” demikian disampaikan dalam keterangan resmi pemerintah, Minggu 26 April 2026.
Kuota Bertambah, Kompetensi Ditingkatkan
Pada periode mendatang, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja langsung di industri, tetapi juga bimbingan dari mentor profesional. Program ini dirancang untuk menjembatani kebutuhan dunia kerja dengan kemampuan lulusan baru.
Selain itu, peserta tetap akan menerima uang saku bulanan yang besarannya mengacu pada Upah Minimum Provinsi. Skema ini diharapkan mampu menarik lebih banyak lulusan, terutama dari kalangan sarjana dan diploma.
Skema Pendanaan Akan Dievaluasi
Pemerintah juga tengah mengkaji kemungkinan keterlibatan perusahaan dalam pembiayaan program, khususnya terkait pemberian uang saku kepada peserta.
Yassierli menyebutkan bahwa perusahaan berpotensi dilibatkan dalam skema pembiayaan bersama, meski kontribusinya tidak akan dominan.
“Kami sedang mengkaji agar perusahaan dapat berkontribusi dalam pemberian uang saku, meskipun porsinya tidak besar,” ujarnya.
Langkah ini dinilai penting untuk mendorong perusahaan lebih aktif dalam membina peserta magang, sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman kerja yang diperoleh.
Pemerataan dan Perluasan Bidang
Evaluasi program sebelumnya juga menunjukkan bahwa peserta masih terkonsentrasi di wilayah tertentu, terutama Pulau Jawa. Ke depan, pemerintah menargetkan distribusi peserta lebih merata ke berbagai daerah di Indonesia.
Selain itu, bidang kejuruan dalam program magang akan diperluas. Tidak hanya terbatas pada administrasi atau pemasaran, tetapi juga mencakup sektor lain yang lebih beragam sesuai kebutuhan industri.