Nasional . 27/04/2026, 23:39 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id – Insiden memilukan mengguncang transportasi kereta api di Kota Bekasi pada Senin malam, 27 April 2026. Kecelakaan beruntun yang melibatkan taksi, KRL Commuter Line, dan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di emplasemen Stasiun Bekasi Timur (KM 28+920) telah memakan korban jiwa. Hingga pukul 23.00 WIB, 2 orang dilaporkan tewas akibat peristiwa ini.
Berdasarkan data di lapangan, benturan keras dari arah belakang menyebabkan gerbong belakang KRL ringsek parah dan beberapa penumpang terjepit di antara material besi gerbong dan lokomotif kereta jarak jauh.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Karena petugas harus memotong bodi kereta untuk mengeluarkan korban yang terhimpit.
Peristiwa ini bermula sekitar pukul 20.52 WIB ketika KRL Commuter Line (PLB 5568A) relasi Kampung Bandan–Cikarang menabrak sebuah taksi yang menerobos perlintasan liar di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) kawasan Bulak Kapal.
Tabrakan pertama ini membuat KRL terhenti mendadak di jalur 1 menuju arah Timur.
Nahas, saat KRL sedang berhenti darurat, KA Argo Bromo Anggrek (PLB 4B) yang melaju di jalur yang sama menghantam KRL dari posisi belakang dengan kecepatan tinggi.
"Tercatat di RS ada 2 korban meninggal dunia. Kami dari Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf dan berbela sungkawa sebesar-besarnya atas insiden ini," ujar Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, Senin (27/4).
Suasana di peron Stasiun Bekasi Timur dipenuhi jeritan histeris dan kepanikan. Video amatir memperlihatkan kondisi gerbong wanita yang paling terdampak, dengan bodi kereta hancur dan lampu yang mati total.
Sejumlah penumpang yang selamat terlihat menggunakan handuk untuk menyumbat luka di kepala sesama penumpang.
Petugas gabungan dari Damkar, Rescue, dan kepolisian bekerja ekstra keras untuk menyelamatkan korban yang masih terjebak di dalam gerbong yang ringsek.
"Lagi banyak evakuasi dulu ya. Petugas masih berupaya mengeluarkan penumpang yang terjepit dengan menggunakan gergaji hingga gerinda. Kami mengutamakan keselamatan warga," tegas Kapolsek Rawalumbu, Kompol Akhmadi.
Akibat kecelakaan hebat ini, PT KAI Daop 1 Jakarta mengambil tindakan darurat dengan menonaktifkan Listrik Aliran Atas (LAA) pada lintas Cibitung–Bekasi Timur dan emplasemen Bekasi Timur demi keamanan proses evakuasi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media