Politik . 27/04/2026, 16:22 WIB

Profil Jumhur Hidayat: Demonstran ITB, Pernah Dipenjara, Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup

Penulis : Rizal Husen  |  Editor : Rizal Husen

Fin.co.id – Jumhur Hidayat kini resmi menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup setelah dilantik Prabowo Subianto pada 27 April 2026 di Istana Negara. Ia menggantikan posisi Hanif Faisol Nurofiq.

Dalam prosesi pelantikan, Jumhur mengucapkan sumpah jabatan dengan menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas secara profesional dan menjunjung tinggi konstitusi.

"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada UUD RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya... Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," tegas Jumhur Hidayat saat prosesi pelantikan.

Eks Aktivis ITB Jejak Perlawanan Sejak Era Orde Baru

Lahir di Bandung pada 18 Februari 1968, darah aktivis mengalir kuat sejak Jumhur menempuh studi di Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1986.

Ia bukan sekadar mahasiswa biasa. Namanya tercatat dalam berbagai aksi pembelaan hak rakyat kecil di titik-titik konflik agrarian. Seperti Kedung Ombo, Badega, hingga Cimacan.

Puncak militansinya terjadi pada 5 Agustus 1989. Saat itu, ia memimpin demonstrasi menolak kedatangan Mendagri era itu di depan kampus ITB.

Aksi tersebut berujung pada penangkapan dirinya bersama sejumlah aktivis lain. Termasuk Fadjroel Rachman.

Akibatnya, ia menjalani masa penahanan dari 1989 hingga 1992 di berbagai fasilitas. Termasuk Lapas Nusakambangan dan LP Sukamiskin.

Kebebasannya dari lapas pada awal 1992 justru semakin membakar semangat pergerakannya di jalur publik.

Nama Jumhur Hidayat tak bisa dilepaskan dari dunia ketenagakerjaan Indonesia. Sebelum menjabat menteri, ia adalah Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) periode 2022-2027, organisasi buruh terbesar di tanah air.

Kapasitas Kepemimpinan di Birokrasi

Kapasitas kepemimpinannya di birokrasi sebenarnya sudah teruji jauh sebelum hari ini. Berikut karier professional Jumhur Hidayat:

Direktur Eksekutif CIDES (1993): Bergabung dalam lembaga pemikir terkemuka pasca-bebas dari penjara.

Pendiri Gaspermindo (1998): Menginisiasi lahirnya Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com