Nasional . 29/04/2026, 16:02 WIB

Menhub Dudy Purwagandhi Instruksikan KAI Segera Pasang Palang Otomatis di Perlintasan Sebidang

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

Cegah Kecelakaan, Menhub Minta KAI Prioritaskan Palang Otomatis di Titik Rawan

fin.co.id – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bergerak cepat merespons isu keselamatan transportasi kereta api. Ia menginstruksikan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk segera memasang palang pintu otomatis di berbagai perlintasan sebidang sebagai langkah darurat mencegah kecelakaan.

Instruksi ini muncul saat Menhub melakukan uji coba KRL relasi Bekasi-Cikarang pada Rabu 29 April 2026. Dudy menekankan bahwa pengamanan di titik-titik krusial merupakan prioritas jangka pendek yang tidak bisa ditunda lagi.

"Fokus utama kita saat ini adalah langkah jangka pendek. Kami mengidentifikasi lintasan mana saja yang harus segera terpasang palang pintunya untuk menjamin keselamatan," ujar Dudy di hadapan awak media.

Penertiban Perlintasan Liar Sesuai Arahan Presiden

Langkah pembenahan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan infrastruktur transportasi sebagai prioritas nasional. Menhub menegaskan pihaknya akan bertindak tegas terhadap perlintasan sebidang ilegal yang menjamur di pemukiman warga.

Pemerintah berencana melakukan penertiban hingga penutupan permanen terhadap lintasan yang tidak memiliki izin resmi atau dianggap membahayakan perjalanan kereta. Selain faktor keamanan, banyaknya lintasan ilegal terbukti menambah waktu tempuh perjalanan karena kereta harus mengurangi kecepatan secara berkala.

"Kami akan menertibkan semua lintasan yang membahayakan. Kami juga meminta agar tidak ada lagi penambahan titik perlintasan baru karena hal itu hanya akan menyulitkan tata kelola transportasi kita," tegas Menhub.

Wacana Underpass dan Flyover Sebagai Solusi Permanen

Meski fokus pada pemasangan palang pintu, Kementerian Perhubungan tetap mematangkan rencana jangka panjang melalui pembangunan jalan tidak sebidang, seperti flyover dan underpass. Namun, Dudy menyadari bahwa proyek fisik tersebut membutuhkan waktu konstruksi dan biaya yang tidak sedikit.

Saat ini, pemerintah masih menghitung kebutuhan anggaran secara detail untuk setiap daerah. Tantangan utama dalam pembangunan ini mencakup pengadaan lahan, pengerjaan fisik, hingga pengaturan tata kelola arus lalu lintas setelah infrastruktur tersebut beroperasi.

"Pembangunan flyover atau underpass membutuhkan waktu dan koordinasi lintas sektor. Oleh karena itu, pemasangan palang pintu otomatis harus kita segerakan sebagai solusi paling realistis saat ini," tambahnya.

Menhub menutup penjelasannya dengan memastikan bahwa pemerintah terus mengevaluasi setiap lokasi karena setiap daerah memiliki kebutuhan penanganan yang berbeda-beda. Komitmen ini merupakan wujud nyata integritas pemerintah dalam memberikan layanan transportasi yang aman dan efisien bagi masyarakat.

"Sebagaimana arahan Pak Presiden, infrastruktur transportasi adalah prioritas nomor satu. Kami terus menghitung setiap kebutuhan lapangan untuk memberikan hasil maksimal," pungkas Dudy Purwagandhi.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com