Nasional . 05/05/2026, 18:27 WIB

Gunung Semeru Masih Level III Siaga: Erupsi Terus Terjadi Meski Tertutup Kabut

Penulis : Wanda Afifah  |  Editor : Wanda Afifah

fin.co.id - Kabar terbaru soal aktivitas Gunung Semeru kembali bikin waspada. Pemerintah melalui Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan bahwa status gunung tertinggi di Pulau Jawa itu belum berubah. Hingga evaluasi terakhir, Gunung Semeru masih berada di Level III atau Siaga.

"Kami telah melakukan evaluasi perkembangan aktivitas Gunung Semeru baik melalui pengamatan visual maupun instrumental pada periode 23-30 April 2026," ujar Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria.

Erupsi Masih Terjadi, Tapi Tertutup Cuaca Berkabut

Selama periode pengamatan tersebut, aktivitas Gunung Semeru didominasi oleh proses permukaan. Erupsi, awan panas, hingga guguran lava masih terjadi, namun intensitas visualnya sering tidak terpantau jelas akibat kondisi cuaca yang berkabut.

Kondisi ini membuat aktivitas gunung tampak “tenang” secara kasat mata, padahal dinamika di dalam tubuh gunung tetap aktif. Material hasil letusan, aliran lava, hingga pembentukan scoria cones terus terjadi dan menyimpan potensi bahaya lanjutan.

Material yang menumpuk di aliran sungai berpotensi berubah menjadi guguran lava pijar maupun awan panas jika terjadi ketidakstabilan. Situasi ini membuat wilayah sekitar aliran sungai menjadi area yang sangat berisiko.

Ancaman Lahar hingga Erupsi Sekunder Masih Mengintai

Badan Geologi juga menyoroti potensi bahaya lain yang tidak kalah serius. Endapan material vulkanik yang sudah terbentuk di sepanjang sungai berpotensi berubah menjadi lahar saat hujan turun.

Tidak hanya itu, interaksi material panas dengan air sungai juga dapat memicu erupsi sekunder. Kondisi ini membuat potensi bencana bisa muncul secara tiba-tiba tanpa tanda yang mudah dikenali masyarakat.

“Material guguran lava atau awan panas yang sudah terendapkan di sepanjang aliran sungai berpotensi menjadi lahar jika berinteraksi dengan air hujan,” jelas Lana.

Aktivitas Seismik Tinggi, Tapi Tanpa Pasokan Magma Baru

Dari sisi kegempaan, aktivitas Gunung Semeru masih tergolong tinggi. Gempa letusan, guguran, embusan, tremor harmonik, hingga gempa vulkanik dangkal masih terus terekam secara konsisten.

Namun, Badan Geologi mencatat tidak ada indikasi penguatan suplai magma baru. Artinya, letusan yang terjadi bersifat skala kecil hingga menengah dan tidak menunjukkan peningkatan tekanan magma dari dalam.

Menariknya, variasi kecepatan seismik sempat menurun sebelum kejadian awan panas pada November 2025. Sejak Februari 2026, pola tersebut berfluktuasi di sekitar titik nol.

Kondisi ini menandakan sistem vulkanik berada dalam fase relaksasi, tetapi tetap menyimpan potensi peningkatan tekanan secara tiba-tiba.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com