Nasional . 05/05/2026, 15:01 WIB

Viral! Mandala Rizky Putra, Siswa SMK di Samarinda Meninggal Dunia, Diduga Gara-Gara Sepatu Kesempitan

Penulis : Rizal Husen  |  Editor : Rizal Husen

Fin.co.id - Dunia pendidikan di Kalimantan Timur (Kaltim) berduka sekaligus diguncang kabar viral terkait meninggalnya Mandala Rizky Saputra, siswa SMK Negeri 4 Samarinda.

Remaja berusia 16 tahun tersebut mengembuskan napas terakhirnya pada 24 April 2026, setelah sempat mengalami pembengkakan kaki dan penurunan kondisi fisik yang diduga kuat dipicu oleh penggunaan sepatu yang terlalu sempit selama masa Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Pemprov Kaltim melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan simpang siur informasi di masyarakat.

Plt. Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, membenarkan adanya laporan korban menggunakan sepatu ukuran nomor 43 yang diduga kekecilan hingga menyebabkan kakinya membengkak secara signifikan.

“Sekolah telah memberikan pendampingan dengan melakukan kunjungan semenjak siswa teridentifikasi mengalami penurunan kondisi kesehatan, serta berupaya memfasilitasi layanan kesehatan dengan koordinasi secara berkelanjutan dengan keluarga,” tegas Armin dalam keterangan resminya, Selasa (5/5/2026).

Dari Lokasi Praktik Hingga Kondisi Kritis

Berdasarkan data yang dihimpun, Mandala menjalankan Praktik Kerja di sebuah pusat perbelanjaan (Ramayana Robinson) di Samarinda pada periode 9 Februari hingga 20 Maret 2026. Masalah mulai muncul sesaat setelah kegiatan tersebut berakhir:

  • 30 Maret 2026: Mandala sempat kembali ke sekolah untuk belajar.
  • 1 April 2026: Kondisi fisiknya menurun drastis, sering pusing, dan akhirnya diantar pulang oleh pihak sekolah.
  • 2 April 2026: Orang tua resmi mengirimkan surat izin sakit karena Mandala tidak sanggup berjalan.
  • 10 April 2026: Keluarga melaporkan kondisi Mandala yang terus merosot. Saat itu keluarga mengira gangguan tersebut bersifat non-medis. Sekolah pun membantu biaya pengobatan alternatif di Tenggarong sebesar Rp1.100.000.

Upaya Penanganan Medis dan Kendala Biaya BPJS

Pihak sekolah melakukan kunjungan rumah pada 21 April 2026. Guru yang datang mendapati kaki Mandala dalam kondisi lemas dan bengkak parah, meski tidak ditemukan luka terbuka atau lecet.

Saat itu, guru menyarankan agar Mandala segera dibawa ke fasilitas kesehatan resmi.

Namun, upaya medis terkendala masalah ekonomi. Orang tua korban melaporkan adanya tunggakan biaya pengobatan masa lalu sebesar Rp2.400.000 yang belum lunas.

Sekolah kemudian membantu pengurusan administrasi BPJS melalui bantuan pemerintah dengan berkoordinasi bersama Ketua RT setempat.

Pada 23 April 2026, kondisi Mandala dilaporkan sempat membaik dan bengkak di kakinya mulai mengempis.

Pihak sekolah berencana membelikan sepatu baru yang ukurannya sesuai pada keesokan harinya. Sayangnya, takdir berkata lain. Pada pagi hari tanggal 24 April 2026, Mandala Rizky Saputra dinyatakan meninggal dunia.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com