AHY Ajak Masyarakat Jaga Sungai Lewat Gerakan Bakti Sungai Nasional

news.fin.co.id - 07/05/2026, 16:08 WIB

AHY Ajak Masyarakat Jaga Sungai Lewat Gerakan Bakti Sungai Nasional

AHY Nyoblos di TPS 028 Cipete Utara, Apresiasi Pelaksanaan Pilkada Serentak yang Aman dan Demokratis

fin.co.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, komunitas lingkungan, serta pelajar SMP, dan SMA mengikuti kegiatan Gerakan Bakti Sungai Nasional dengan membersihkan Kali Ciliwung dari sampah yang berpotensi menghambat aliran air dan memicu banjir.

Dalam kegiatan tersebut, AHY menegaskan, upaya menjaga kebersihan sungai harus menjadi gerakan bersama antara pemerintah dan masyarakat. Menurut dia, persoalan banjir, pencemaran air, hingga ketersediaan air bersih saling berkaitan dan memerlukan penanganan menyeluruh dari wilayah hulu hingga hilir.

"Semangat kegiatan hari ini tentu diorientasikan pada upaya menjaga sungai kita, kali ini bersama masyarakat yang berada di sekitar Kali Ciliwung," katanya kepada wartawan, Kamis, 7 Mei 2026.

AHY menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagai solusi infrastruktur guna mengatasi banjir dan memperbaiki tata kelola air. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain pembangunan Bendungan Kering Ciawi dan Bendungan Kering Sukamahi serta program normalisasi sungai.

Advertisement

"Lebarnya pun harus ditambah agar mampu mengakomodasi debit air paling tidak hingga 570 meter kubik per detik. Sementara kondisi existing hari ini baru sekitar 200 meter kubik per detik," katanya.

Meski demikian, AHY mengakui berkurangnya daerah resapan air akibat penyalahgunaan lahan dan lemahnya penerapan tata ruang wilayah turut memperburuk kondisi saat terjadi hujan ekstrem.

Selain ancaman dari kawasan hulu, masyarakat Jabodetabek juga menghadapi risiko kenaikan permukaan air laut akibat dampak pemanasan global. Oleh karena itu, pemerintah turut memberi perhatian terhadap pembangunan perlindungan pantai di kawasan Pantai Utara Jawa atau Pantura.

Menurut AHY, keberhasilan penanganan persoalan sungai tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.

"Seberapa pun pemerintah hadir melalui pembangunan infrastruktur, upaya ini tidak akan langgeng dan berkelanjutan apabila belum terbangun kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke kali dan sungai," tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, akademisi, sekolah, komunitas lingkungan, dunia usaha, hingga media massa, untuk bersama-sama mengampanyekan gerakan menjaga kebersihan sungai.

"Mari kita jaga bersama. Ini dari kita, untuk kita, dan oleh kita sendiri," pungkas AHY.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID