Nasional . 07/05/2026, 07:57 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika itu mengeluarkan peringatan serius terkait potensi cuaca signifikan yang bisa terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Pemicu utamanya datang dari peningkatan status bibit siklon 93W yang kini berkembang menjadi siklon tropis di Samudra Pasifik utara Papua Nugini.
Situasi ini langsung menarik perhatian karena dampaknya tidak main-main. BMKG menyebut, dinamika atmosfer yang terbentuk dari sistem ini berpotensi memicu hujan lebat hingga sangat lebat di berbagai daerah dalam beberapa hari ke depan.
Prakirawan BMKG, Ranika Dwi Asti, menjelaskan bahwa siklon tropis 93W memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot dengan tekanan udara minimum sekitar 1.000 hPa.
Yang bikin kondisi makin perlu diwaspadai, siklon ini bergerak ke arah barat dalam 24 jam ke depan. Pergerakan tersebut membentuk daerah konvergensi di Samudra Pasifik. Dampaknya, pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah tersebut meningkat secara signifikan.
Dengan kata lain, atmosfer sedang “aktif” dan mendukung terbentuknya hujan dalam skala luas.
Tidak hanya siklon 93W, BMKG juga mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di beberapa wilayah strategis, seperti Laut Natuna dan Laut Filipina. Bahkan, sistem ini memanjang hingga Kalimantan Barat.
Kondisi ini memperkuat potensi ketidakstabilan atmosfer di Indonesia bagian barat dan tengah. Dampaknya, cuaca mudah berubah dan hujan bisa turun dengan intensitas tinggi secara tiba-tiba.
BMKG juga mencatat adanya daerah konvergensi yang tersebar luas, mulai dari:
Kombinasi semua faktor ini membuat atmosfer Indonesia berada dalam kondisi “aktif basah”, sehingga potensi hujan meningkat tajam di banyak wilayah.
BMKG menegaskan ada beberapa wilayah yang harus meningkatkan kewaspadaan. Potensi hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi terjadi di:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media