fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan, keberadaan fasilitas olahraga modern harus diiringi dengan pembinaan atlet yang lebih serius, peningkatan kualitas pelatih, serta pencapaian prestasi yang lebih tinggi.
Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan Gedung Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi DKI Jakarta di kawasan Jatinegara dikutip dari keterangan, Sabtu, 9 Mei 2026.
Dalam kesempatan itu, Pramono Anung juga memberikan penghargaan kepada atlet, pelatih, dan asisten pelatih kontingen DKI Jakarta yang berlaga pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional XIX. Ia menilai gedung Dispora yang baru diresmikan harus menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem olahraga di Jakarta.
“Begitu saya masuk gedung ini, bayangan saya cuma satu. Masa punya gedung seperti ini tidak juara POMNAS, tidak juara PON? Jadi percuma punya fasilitas bagus kalau tidak menghasilkan prestasi,” ujarnya.
Pramono meminta para atlet Jakarta mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi Pekan Olahraga Nasional mendatang yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Menurutnya, Jakarta harus tetap menjadi kontingen yang kompetitif dan mampu mempertahankan tradisi prestasi di tingkat nasional.
“Saya meminta atlet Jakarta totalitas mempersiapkan diri menghadapi PON mendatang di NTT maupun NTB,” tandasnya.
Ia juga menekankan bahwa posisi Jakarta sebagai kota global sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 harus diikuti dengan standar pembinaan olahraga yang lebih tinggi. Karena itu, ukuran keberhasilan olahraga Jakarta tidak lagi hanya pada level nasional, tetapi juga internasional.
“Benchmark Jakarta sekarang bukan lagi kota-kota di Indonesia, tetapi kota-kota dunia. Karena itu, olahraga Jakarta harus terus dibenahi agar atlet kita tidak hanya jago kandang, tetapi juga berprestasi di tingkat internasional,” ungkapnya.
Selain itu, Pramono memberikan apresiasi kepada atlet Jakarta yang berhasil meraih medali pada ajang SEA Games serta kontingen DKI Jakarta yang sukses menjadi juara umum POMNAS XIX di Jawa Tengah. Ia menilai pencapaian tersebut menunjukkan perkembangan positif ekosistem olahraga Jakarta.
“Apresiasi ini diberikan kepada atlet, pelatih, dan asisten pelatih. Yang membanggakan, baru pertama kali pelatih menerima penghargaan lebih besar dari atlet peraih beberapa medali emas. Ini menunjukkan ekosistem olahraga Jakarta berjalan dengan baik,” urainya.
Pramono juga menegaskan pentingnya konsistensi pemerintah dalam memenuhi janji penghargaan kepada atlet dan pelatih sebagai bentuk penghormatan terhadap kerja keras insan olahraga.
“Kalau kita sudah berjanji memberikan apresiasi kepada atlet, maka janji itu jangan dicederai, harus dipenuhi. Ini bagian dari sportivitas kita semua,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disebut siap membantu penyelenggaraan PON mendatang apabila dibutuhkan, termasuk melalui pemanfaatan fasilitas olahraga yang tersedia di Jakarta.
“Saya sudah menyampaikan kepada pemerintah pusat, Menteri Pemuda dan Olahraga, serta KONI Pusat, bahwa jika ada kebutuhan fasilitas tambahan karena era efisiensi saat ini, Jakarta siap digunakan untuk mendukung penyelenggaraan PON NTT-NTB,” jelasnya.
Terkait Gedung Dispora DKI Jakarta yang baru diresmikan, Pramono menilai bangunan tersebut mencerminkan tata kelola olahraga yang modern, terbuka, dan humanis. Ia juga mengapresiasi berbagai fasilitas pendukung yang tersedia, seperti ruang laktasi, co-working space, sports system hall, dan ruang kolaboratif lainnya.