fin.co.id - Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara berhasil mengurangi volume sampah harian melalui gerakan pilah sampah yang dilakukan serentak di wilayah tersebut.
Lurah Rorotan, Ahmad Fitroh mengatakan, upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat berhasil menekan jumlah sampah yang dikirim ke RDF Rorotan maupun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
“Berkat kolaborasi seluruh pihak, volume sampah yang dikirim ke RDF Rorotan dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang berhasil ditekan,” kata Ahmad dalam keterangannya di Jakarta dilansir Antara Atara, Minggu, 10 Mei 2026.
Menurutnya, gerakan tersebut mampu mengurangi volume sampah hingga 6,5 ton dari total produksi sampah harian yang mencapai sekitar 40 ton.
Ahmad menegaskan, persoalan sampah tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
“Masyarakat sebagai penghasil sampah memiliki kewajiban ikut mengolah dan memilah sampahnya sendiri,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, seluruh elemen masyarakat dilibatkan mulai dari RT, RW, LMK, Dasawisma, Posyandu hingga Jumantik untuk melakukan edukasi secara masif kepada warga terkait pentingnya pemilahan sampah dari rumah.
Ia mengatakan kondisi TPST Bantargebang yang semakin penuh harus menjadi alarm bagi semua pihak untuk mulai mengubah pola pengelolaan sampah dari sumbernya.
Karena itu, Kelurahan Rorotan bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara terus menggencarkan edukasi sekaligus menyediakan berbagai fasilitas pendukung pemilahan sampah di lingkungan warga.
Sejumlah sarana seperti ember organik, drop point, losida, komposter hingga bioreaktor telah disiapkan di tingkat RT dan RW. Bahkan, setiap RT memiliki dua hingga empat titik drop point guna memudahkan warga membuang sampah organik yang sudah dipilah dari rumah.
Sampah organik yang terkumpul kemudian diolah di TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) menjadi bubur pakan ternak untuk maggot, ayam, hingga bebek.
“Jadi, sampah tidak langsung dibuang ke RDF atau Bantargebang, tetapi dimanfaatkan kembali,” kata Ahmad.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Utara menetapkan Kelurahan Rorotan sebagai proyek percontohan atau pilot project pemilahan sampah mandiri 100 persen.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kota Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman mengatakan program tersebut diharapkan mampu membuat pengelolaan sampah menjadi lebih optimal dan terarah.
“Kami terus mendorong optimalisasi pengelolaan sampah melalui program percontohan (pilot project) pemilahan sampah 100 persen di wilayah Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing,” ujar Wawan.