fin.co.id - Kasus Hantavirus kini menjadi perhatian dunia kesehatan internasional setelah muncul klaster penularan di kapal pesiar yang melibatkan penumpang dari berbagai negara.
Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan seluruh negara termasuk Indonesia agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus tersebut.
Peringatan itu disampaikan setelah data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan angka kematian akibat Hantavirus di Indonesia mencapai 13 persen sepanjang tahun lalu.
Angka tersebut dinilai cukup tinggi dibandingkan rata-rata kasus di kawasan Asia.
“Angka kematian Hantavirus di negara kita adalah 13 persen, jelas harus jadi perhatian penting,” ujar Tjandra dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).
Angka Kematian Indonesia Dinilai Tinggi
Menurut Tjandra, rata-rata tingkat kematian Hantavirus di Asia selama ini berada di bawah 5 persen, bahkan beberapa laporan hanya mencatat sekitar 1 persen.
Karena itu, tingginya angka kematian di Indonesia dinilai perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat.
Ia memang mengakui bahwa sebagian kasus di Indonesia disertai penyakit penyerta atau komorbid. Namun, menurutnya negara lain juga memiliki kasus dengan komorbid tetapi tingkat kematiannya tetap lebih rendah.
“Data Kemenkes memang menyebutkan ada komorbid atau komplikasi penyakit lain, tetapi negara lain juga kemungkinan ada komorbid dan angka kematiannya lebih rendah,” jelasnya.
Kasus di Kapal Pesiar Jadi Sorotan Dunia
Kasus Hantavirus belakangan ramai diperbincangkan setelah ditemukan klaster penularan di sebuah kapal pesiar internasional. Situasi ini membuat WHO mengeluarkan peringatan peningkatan kasus atau Disease Outbreak News (DONs).
Menurut Tjandra, kasus di kapal pesiar menunjukkan bahwa penyebaran Hantavirus kini menjadi perhatian global karena melibatkan warga dari 23 negara berbeda.