Zulhas Sebut Keresahan Prabowo soal Sampah: Mau Jadi Negara Maju, Masa Kelola Sampah saja Tak Bisa

news.fin.co.id - 10/05/2026, 21:26 WIB

Zulhas Sebut Keresahan Prabowo soal Sampah: Mau Jadi Negara Maju, Masa Kelola Sampah saja Tak Bisa

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan di daerah dengan tingkat stunting tinggi meskipun sekolah sedang libur.

fin.co.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengungkapkan persoalan sampah yang terus terjadi di berbagai daerah menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Zulhas, Presiden merasa prihatin karena masalah sampah di Indonesia belum kunjung terselesaikan meski sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

"Permasalahan sampah menjadi kerisauan yang mendalam bagi Bapak Presiden. Di mana-mana ada sampah, Presiden risau kalau mau menjadi bangsa yang hebat dan maju, masa' mengelola sampah saja tidak bisa," kata Zulhas saat menghadiri acara Gerakan Pilah Sampah sekaligus pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta di kawasan Rasuna Said, Jakarta, Minggu, 10 Mei 2026.

Ia menjelaskan, saat ini sebenarnya sudah banyak teknologi modern yang dapat digunakan untuk mengolah sampah. Namun, penerapan teknologi tersebut masih terkendala proses perizinan yang dinilai terlalu panjang dan rumit.

Advertisement

Zulhas menyebut, selama 11 tahun terakhir hanya ada dua proyek pengolahan sampah berbasis teknologi modern yang berhasil memperoleh izin. Dari jumlah tersebut, satu proyek tidak berjalan, sementara proyek lainnya belum beroperasi secara optimal.

"Kita merumuskan ada aturan yang begitu panjang, kalau menyelesaikan satu persoalan sampah itu terlalu panjang. Karena itu terbitlah Perpres (Peraturan Presiden) No 109 tahun 2025 untuk memangkas perizinan," ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah saat ini tengah fokus menangani persoalan sampah di 71 kota yang tersebar di 22 kawasan aglomerasi di Indonesia.

Beberapa wilayah bahkan sudah masuk kategori darurat sampah, di antaranya TPST Bantargebang, Tangerang Selatan, Bandung, dan sejumlah kota lainnya.

"Yang darurat seperti Bantargebang, Bandung, Tangsel, kita akan selesaikan pada 2028," kata Zulhas.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID