Hukum dan Kriminal . 11/05/2026, 20:39 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim menyinggung nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam sidang kasus pengadaan laptop Chromebook yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (11/5/2026).
Dalam persidangan tersebut, Nadiem menjelaskan bahwa program digitalisasi pendidikan yang dijalankan selama dirinya menjabat merupakan bagian dari arahan langsung Presiden Jokowi dalam rapat terbatas pemerintah.
Menurut Nadiem, arahan tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam pembentukan tim teknologi dan pengangkatan sejumlah staf khusus di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Dalam keterangannya di persidangan, Nadiem menegaskan bahwa visi digitalisasi pendidikan sebenarnya bukan semata-mata soal pengadaan laptop, melainkan pembangunan sistem teknologi pendidikan berskala nasional.
“Arahan dari Pak Presiden khusus kepada Kemendikbud adalah untuk melaksanakan peran teknologi dalam pendidikan,” ujar Nadiem di ruang sidang.
Ia menjelaskan, yang dimaksud Jokowi saat itu adalah pengembangan platform aplikasi pendidikan yang mampu meningkatkan efisiensi sistem belajar mengajar di Indonesia.
Platform tersebut diharapkan dapat menyerap data dari berbagai sekolah untuk memperbaiki kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Menurut Nadiem, digitalisasi menjadi kebutuhan penting mengingat sistem pendidikan Indonesia termasuk salah satu yang terbesar di dunia dari sisi jumlah peserta didik dan institusi pendidikan.
Nadiem mengatakan kebutuhan akan transformasi digital membuat keberadaan tim teknologi di kementeriannya menjadi sangat penting.
Ia menyebut tim tersebut bertugas membangun aplikasi pendidikan dengan standar global untuk mendukung proses belajar mengajar di sekolah.
“Tim teknologi, warung teknologi, government technology, atau apa pun namanya adalah untuk merealisasikan visi Pak Presiden untuk digitalisasi pendidikan,” kata Nadiem.
Meski begitu, Nadiem menegaskan bahwa fokus utama aplikasi yang dikembangkan saat itu adalah untuk mendukung kebutuhan guru dalam kegiatan pembelajaran.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media