Hukum dan Kriminal . 11/05/2026, 20:39 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Dalam sidang tersebut, Nadiem juga memaparkan daftar lima staf khusus yang bekerja bersamanya selama menjabat sebagai Mendikbudristek.
Menurutnya, seluruh staf khusus tersebut dipilih berdasarkan kompetensi, integritas, serta rekam jejak profesional mereka.
Berikut daftar staf khusus yang disebut Nadiem:
Pramoda Dei Sudarmo – Staf Khusus Bidang Kompetensi dan Manajemen
Muhamad Heikal – Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Media
Fiona Handayani – Staf Khusus Bidang Isu-Isu Strategis
Hamid Muhammad – Staf Khusus Bidang Pembelajaran
Jurist Tan – Staf Khusus Bidang Pemerintahan
Nadiem menyebut keberadaan mereka penting untuk mendukung transformasi digital di sektor pendidikan nasional.
Selain itu, Nadiem juga menjelaskan soal nama Ibrahim Arief atau Ibam yang sempat disebut dalam perkara tersebut.
Menurut Nadiem, Ibrahim Arief bukan merupakan staf khusus menteri, melainkan konsultan teknologi yang diperbantukan melalui kerja sama pemerintah dengan anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk, yakni PT Metra-Net.
Ia menegaskan keterlibatan tenaga ahli teknologi dilakukan karena kebutuhan percepatan digitalisasi pendidikan yang menjadi mandat pemerintah saat itu.
Kasus pengadaan laptop Chromebook sendiri menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan proyek digitalisasi pendidikan bernilai besar yang dijalankan pada masa pandemi dan pascapandemi.
Program tersebut sebelumnya digagas untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi di sekolah-sekolah Indonesia.
Persidangan masih terus berjalan untuk mendalami berbagai aspek kebijakan, pengadaan, serta proses pengambilan keputusan dalam proyek tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media