Nadiem Bongkar Arahan Jokowi soal Digitalisasi Pendidikan di Sidang Chromebook

news.fin.co.id - 11/05/2026, 20:39 WIB

Nadiem Bongkar Arahan Jokowi soal Digitalisasi Pendidikan di Sidang Chromebook

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) 2019-2024 Nadiem Makarim (kedua kiri) tiba untuk memenuhi panggilan pemeriksaan di Jampidsus, Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (23/6/2025). Kejaksaan Agung melakukan pemeriksaan terhadap Nadiem Makarim untuk menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan sistem chromebook di Kemendikbudristek yang diketahui menghabiskan anggaran Rp9,9 triliun. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin

Daftar Staf Khusus yang Disebut Nadiem

Dalam sidang tersebut, Nadiem juga memaparkan daftar lima staf khusus yang bekerja bersamanya selama menjabat sebagai Mendikbudristek.

Menurutnya, seluruh staf khusus tersebut dipilih berdasarkan kompetensi, integritas, serta rekam jejak profesional mereka.

Berikut daftar staf khusus yang disebut Nadiem:

  1. Pramoda Dei Sudarmo – Staf Khusus Bidang Kompetensi dan Manajemen

  2. Muhamad Heikal – Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Media

  3. Fiona Handayani – Staf Khusus Bidang Isu-Isu Strategis

  4. Hamid Muhammad – Staf Khusus Bidang Pembelajaran

  5. Jurist Tan – Staf Khusus Bidang Pemerintahan

Nadiem menyebut keberadaan mereka penting untuk mendukung transformasi digital di sektor pendidikan nasional.

Ibrahim Arief Disebut Bukan Staf Khusus

Selain itu, Nadiem juga menjelaskan soal nama Ibrahim Arief atau Ibam yang sempat disebut dalam perkara tersebut.

Menurut Nadiem, Ibrahim Arief bukan merupakan staf khusus menteri, melainkan konsultan teknologi yang diperbantukan melalui kerja sama pemerintah dengan anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk, yakni PT Metra-Net.

Ia menegaskan keterlibatan tenaga ahli teknologi dilakukan karena kebutuhan percepatan digitalisasi pendidikan yang menjadi mandat pemerintah saat itu.

Kasus Chromebook Jadi Sorotan Publik

Kasus pengadaan laptop Chromebook sendiri menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan proyek digitalisasi pendidikan bernilai besar yang dijalankan pada masa pandemi dan pascapandemi.

Program tersebut sebelumnya digagas untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi di sekolah-sekolah Indonesia.

Persidangan masih terus berjalan untuk mendalami berbagai aspek kebijakan, pengadaan, serta proses pengambilan keputusan dalam proyek tersebut.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID