fin.co.id – Kabar gembira bagi Ayah, Bunda, dan para pejuang pendidikan anak usia dini! Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka pendaftaran Aksi Ilmuwan Cilik (AIC) Tahun 2026.
Ajang bergengsi ini bukan sekadar perlombaan biasa, melainkan jembatan emas untuk melahirkan bibit-bibit penemu (inventor) sejak usia dini. Melalui Direktorat PAUD, pemerintah ingin membuktikan bahwa dunia sains bisa menjadi arena bermain yang sangat seru dan penuh makna bagi anak-anak kita.
Membangun Fondasi Generasi Emas Lewat Sains
Dalam webinar sosialisasi AIC 2026 yang tayang di kanal YouTube PAUDPEDIA, Harris Iskandar selaku Widyaprada Ahli Utama Direktorat PAUD menekankan betapa pentingnya peran PAUD. Beliau menyebut jenjang ini sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas di Indonesia.
Menurutnya, kita harus memposisikan anak-anak sebagai subjek aktif yang bebas mengeksplorasi dunianya, bukan sekadar objek yang duduk manis mendengarkan.
"Pendidikan bukan sekadar transfer informasi, tetapi bagaimana kita memantik rasa ingin tahu anak. Melalui Aksi Ilmuwan Cilik, kita ingin menumbuhkan inisiatif anak dalam memecahkan masalah sederhana di lingkungan mereka. Kita ingin mereka memiliki jiwa ilmuwan sejak dini; yang berani bertanya, berani mencoba, dan peduli terhadap lingkungan sekitar," ujar Harris pada Kamis (7/5/2026).
Mengenal Konsep "Pembelajaran Mendalam"
Program AIC 2026 ini mengusung strategi Pembelajaran Mendalam. Pendekatan ini merupakan strategi belajar yang berkesadaran, bermakna, dan tentu saja menggembirakan. Anak-anak tidak diajak menghafal rumus, melainkan didorong aktif dalam pengalaman nyata yang relevan dengan keseharian mereka.
Kesuksesan program serupa pada tahun 2025 menjadi bukti nyata bahwa sains adalah subjek yang menyenangkan. Melalui metode eksploratif, anak-anak diajak mengenal literasi sains tanpa rasa takut.
Fokus pada STEAM dan Inovasi Guru
Selain untuk si kecil, ajang ini juga menjadi panggung apresiasi bagi para pendidik PAUD. Guru mendapat tantangan untuk berinovasi dalam praktik pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics).
Pemerintah percaya bahwa mengenalkan konsep sains yang asyik akan menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kreatif mencari solusi atas berbagai tantangan di masa depan.
Detail Pendaftaran dan Cara Ikutan
Bagi sekolah yang ingin berpartisipasi, catat jadwal penting berikut ini:
- Periode Pendaftaran: 1 Mei sampai 22 Mei 2026.
- Metode: Pendaftaran dilakukan secara daring (online) melalui kanal resmi Direktorat PAUD Kemendikdasmen.
- Fokus Penilaian: Tim juri akan menitikberatkan pada proses bagaimana anak menemukan solusi, bukan sekadar hasil akhir dari sebuah eksperimen.