Nasional . 12/05/2026, 13:27 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memberikan instruksi khusus bagi seluruh jemaah haji Indonesia yang saat ini berada di Tanah Suci. Menjelang fase krusial ibadah, pemerintah mengimbau jemaah agar mulai menghemat tenaga dan memprioritaskan kesiapan fisik demi kelancaran fase puncak ibadah haji 1447 H/2026 M.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan bahwa kesiapan fisik, mental, serta spiritual menjadi kunci utama dalam menghadapi rangkaian puncak haji. Mengingat cuaca ekstrem dengan suhu di Makkah dan Madinah yang menyentuh angka 38 hingga 42 derajat Celsius, jemaah mendapatkan saran untuk tidak memaksakan diri beraktivitas di luar hotel pada siang hari.
“Jemaah perlu mengutamakan kesehatan. Hemat tenaga, cukup istirahat, makan tepat waktu, minum air putih yang cukup, dan selalu ikuti arahan petugas,” ujar Maria di Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.
Hingga hari ke-21 operasional haji, pergerakan jemaah menuju Arab Saudi terus berlangsung secara masif. Berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 341 kloter yang terdiri dari 132.057 jemaah dan 1.361 petugas telah berangkat ke Arab Saudi.
Maria menjelaskan lebih detail mengenai distribusi jemaah di Tanah Suci saat ini:
Khusus untuk rombongan gelombang kedua yang mendarat via Jeddah, Maria mengimbau jemaah untuk mengenakan kain ihram sejak di embarkasi. Hal ini karena proses pengambilan miqat dilakukan dalam perjalanan udara menuju Arab Saudi sebelum mereka langsung bertolak ke Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.
Kemenhaj menaruh perhatian besar pada jemaah lansia, disabilitas, serta mereka yang masuk kategori risiko tinggi (risti). Petugas kesehatan selalu siaga memantau kondisi para tamu Allah ini. Jemaah diharapkan proaktif melaporkan kondisi tubuhnya jika merasa tidak fit.
“Jangan menunggu kondisi memburuk. Kesehatan adalah bekal utama menuju puncak haji,” tegas Maria. Ia meminta jemaah segera melapor jika merasakan gejala seperti pusing, sesak napas, nyeri dada, demam, batuk berat, atau penurunan kondisi tubuh secara signifikan.
Selain itu, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) memiliki peran vital dalam masa tunggu ini. KBIHU diharapkan memperkuat edukasi mengenai keselamatan, kedisiplinan, serta ketertiban jemaah, di samping fokus pada bimbingan manasik.
Sebagai langkah antisipasi pergerakan massa yang besar menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kemenhaj telah menerbitkan edaran pengaturan pergerakan jemaah. Aturan ini mencakup panduan aktivitas dari hotel menuju Masjidil Haram hingga perpindahan antarkota perhajian.
Terkait kondisi medis jemaah, Maria memaparkan bahwa saat ini terdapat 67 jemaah yang masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Arab Saudi. Di sisi lain, berita duka juga menyelimuti operasional haji tahun ini.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media