Nasional . 13/05/2026, 16:21 WIB

Dianggap Belum Memenuhi Standar, BGN Setop Sementara Operasional 1.738 SPPG

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperketat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga 12 Mei 2026, sebanyak 1.738 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditangguhkan sementara karena tidak memenuhi standar pelaksanaan program.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan langkah tersebut diambil untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperbaiki tata kelola distribusi MBG di berbagai daerah.

“Berdasarkan data per 12 Mei 2026 terdapat 1.738 SPPG yang diberhentikan sementara atau suspend karena tidak memenuhi standar. Selain itu, Badan Gizi Nasional (BGN) juga mengoperasikan call center SAGI 127 sebagai kanal pengaduan publik,” kata Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Menurutnya, BGN terus menjalankan inspeksi secara berkelanjutan sebagai bentuk pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program makan bergizi tersebut.

Ribuan Aduan Masuk ke Call Center SAGI 127

Selain melakukan inspeksi lapangan, pemerintah juga membuka kanal pengaduan publik melalui call center SAGI 127. Sepanjang 2026, pemerintah menerima total 3.615 aduan terkait pelaksanaan MBG.

Qodari menegaskan, pemerintah akan terus memperbaiki tata kelola program secara berkala demi menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

Langkah evaluasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan distribusi makanan bergizi berjalan tepat sasaran dan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan pemerintah.

Program MBG Dinilai Mulai Beri Dampak Positif

Di tengah proses evaluasi dan pengawasan, pemerintah menilai Program Makan Bergizi Gratis mulai menunjukkan dampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi sosial maupun ekonomi.

Qodari menjelaskan Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis hasil survei monitoring dan evaluasi MBG pada Januari 2026. Hasil survei menunjukkan adanya peningkatan partisipasi siswa dalam menghabiskan porsi makanan yang disediakan.

“MBG bukan sekedar program makan siang, melainkan memiliki dampak nyata. Pada Januari 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) telah menerbitkan laporan hasil survei monitoring dan evaluasi Program MBG, mulai dari persentase siswa yang menghabiskan seluruh porsi MBG meningkat dari 66,9 persen pada Juli 2025 menjadi 69,8 persen pada November 2025,” paparnya.

Selain peningkatan konsumsi makanan oleh siswa, pemerintah juga mencatat adanya perbaikan kualitas menu dan cita rasa makanan secara berkala.

Selama periode Januari hingga Oktober 2025, sebanyak 85,6 persen pemasok MBG mengalami kenaikan nilai penjualan. Kondisi ini menunjukkan program tersebut ikut mendorong aktivitas ekonomi pelaku usaha penyedia makanan.

Mayoritas Rumah Tangga Mendukung Program MBG

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com