Gubernur Sumbar Tegaskan Komitmen Percepat Eliminasi TBC Lewat Kolaborasi hingga Tingkat Desa

news.fin.co.id - 13/05/2026, 11:46 WIB

Gubernur Sumbar Tegaskan Komitmen Percepat Eliminasi TBC Lewat Kolaborasi hingga Tingkat Desa

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumbar dalam mendukung percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) melalui penguatan kolaborasi lintas sektor hingga ke tingkat nagari dan desa.

fin.co.id - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumbar dalam mendukung percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) melalui penguatan kolaborasi lintas sektor hingga ke tingkat nagari dan desa.

“Kami beserta seluruh jajaran, mulai dari provinsi, kabupaten/kota hingga nagari dan desa, siap bersinergi dengan pemerintah pusat dalam penanganan berbagai isu kesehatan,” tegas Mahyeldi.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Percepatan Eliminasi TBC Provinsi Sumbar yang turut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus di Auditorium Gubernuran, Selasa 12 Mei 2026.

Menurut Mahyeldi, percepatan penanganan TBC tidak bisa dilakukan secara parsial dan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan serta masyarakat.

Advertisement

Karena itu, ia menekankan pentingnya peran camat, lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga kader kesehatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat agar melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini.

“Jangan sampai masyarakat datang ke rumah sakit ketika kondisi sudah parah. Itu yang perlu kita edukasi bersama,” ujarnya.

Mahyeldi juga menyampaikan dukungan penuh terhadap Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai langkah memperkuat deteksi dini berbagai persoalan kesehatan masyarakat, termasuk TBC.

Sementara itu, Benjamin Paulus Octavianus menegaskan Presiden RI Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap upaya pemberantasan TBC di Indonesia.

“Dalam satu tahun ada 126 ribu orang meninggal karena TBC. Padahal TBC bisa diobati dan tidak harus berujung kematian. Presiden minta ini ke depan bisa kita tekan,” kata Benjamin.

Ia menjelaskan percepatan eliminasi TBC kini menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat. Untuk itu, Kementerian Kesehatan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk meningkatkan fasilitas layanan kesehatan di berbagai wilayah.

“Ini provinsi ke-24 yang kami datangi. Kami ingin memastikan pemerintah pusat dan daerah bergerak bersama untuk mengatasi hal ini,” ujarnya.

Benjamin menambahkan, penanganan TBC tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan, tetapi memerlukan dukungan lintas sektor hingga level pemerintahan paling bawah.

Pemerintah pusat, lanjutnya, juga tengah menyiapkan program renovasi 8.000 rumah bagi masyarakat, termasuk pasien TBC yang membutuhkan hunian layak.

Advertisement

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga mengusulkan agar pasien TBC dari keluarga kurang mampu dapat menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi selama menjalani pengobatan.

Dalam paparannya, Benjamin mengungkapkan estimasi kasus TBC di Sumatera Barat mencapai sekitar 25 ribu kasus. Namun, hingga saat ini baru sekitar 15 ribu kasus yang berhasil ditemukan dan ditangani.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID