fin.co.id - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa tidak ada solusi militer untuk persoalan yang melibatkan Iran. Ia juga menyatakan Teheran tidak akan menyerah pada tekanan maupun ancaman dari pihak mana pun di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Araghchi pada Kamis, 14 Mei 2026, dalam pertemuan menteri luar negeri BRICS 2026 di India. Media Iran melaporkan bahwa forum internasional tersebut berlangsung saat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran masih menyisakan ketegangan meski gencatan senjata telah berlaku.
Menurut laporan Kantor Berita Fars, Araghchi mengatakan Iran telah dua kali menjadi sasaran “agresi brutal dan ilegal” oleh Amerika Serikat dan Israel dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.
Iran Sebut Tekanan Asing Justru Memperkuat Persatuan Nasional
Dalam forum bertema Membangun Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan itu, Araghchi menilai tekanan dan serangan terhadap Iran justru memperkuat persatuan nasional rakyatnya.
“Sekarang harus jelas bagi semua orang bahwa Iran tidak terkalahkan, dan setiap kali berada di bawah tekanan, Iran muncul lebih kuat dan lebih bersatu dari sebelumnya,” katanya.
Konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran mulai memanas sejak 28 Februari setelah serangan militer dilancarkan terhadap Iran. Situasi tersebut kemudian memicu serangan balasan Iran ke Israel dan sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.
Abbas Araghchi Tegaskan Iran Tetap Mengutamakan Diplomasi
Meski menyatakan kesiapan menghadapi ancaman, Araghchi menegaskan Iran tetap berkomitmen terhadap jalur diplomasi. Namun, ia memastikan negaranya siap mempertahankan kebebasan, kedaulatan, dan integritas wilayah apabila mendapat tekanan dari pihak asing.
Araghchi mengatakan Iran siap untuk “berjuang dengan kekuatan penuh” dalam membela wilayahnya sambil tetap menjaga komitmen diplomatik.
“Seperti yang telah berulang kali saya tekankan, tidak ada solusi militer untuk masalah apa pun yang berkaitan dengan Iran,” katanya.
“Kami, rakyat Iran, tidak akan menyerah pada tekanan atau ancaman apa pun, tetapi kami akan merespons dengan hormat,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa angkatan bersenjata Iran siap memberikan respons yang “kuat dan menghancurkan” terhadap agresor asing. Meski demikian, Araghchi menegaskan rakyat Iran merupakan bangsa yang mencintai perdamaian dan tidak menginginkan perang berkepanjangan.
“Dalam situasi yang memalukan ini, kami bukanlah agresor, melainkan pihak yang dirugikan dan dilanggar haknya,” katanya.