Nasional . 14/05/2026, 21:27 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Semangat menunaikan ibadah haji tetap terpancar dari Mardijiyono meski usianya telah mencapai 103 tahun. Jemaah asal Indonesia yang akrab disapa Mbah Mardi itu tetap menjalani rangkaian ibadah dengan penuh keteguhan saat berangkat dari Madinah menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib sekaligus mempersiapkan diri menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Menggunakan kursi roda dan didampingi petugas haji, Mbah Mardi bertolak bersama kloter YIA 9 dari Hotel Makarem Haram View Suites Madinah pada Senin sore sekitar pukul 16.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Petugas secara perlahan membantu mendorong kursi roda Mbah Mardi menuju bus keberangkatan yang membawa rombongan menuju Makkah.
Sebelum proses keberangkatan dimulai, Mbah Mardi telah berada di dalam bus sejak sekitar pukul 15.30 WAS atau menjelang salat Ashar. Ia menunggu bersama sejumlah jemaah lanjut usia lainnya, sementara sebagian jemaah lain masih melaksanakan salat Ashar di Masjid Nabawi.
Petugas terus membantu mobilitas Mbah Mardi mulai dari hotel hingga proses naik ke bus. Setelah seluruh rombongan siap, bus bergerak menuju Bir Ali untuk mengambil miqat dan melaksanakan niat ihram sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.
Ketua Sektor 1 Madinah, Ramlan Sudarto menjelaskan bahwa keberangkatan kloter YIA 9 dilakukan lebih cepat dari jadwal karena seluruh jemaah sudah siap diberangkatkan.
“Kalau semua jemaah sudah masuk bus, jumlahnya sudah dicek dan siap berangkat, maka lebih baik diberangkatkan lebih awal agar tidak terlalu lama menunggu di dalam bus,” ujar Ramlan, Rabu, 13 Mei 2026.
Rombongan kloter YIA 9 dijadwalkan singgah di Masjid Dzulhulaifah atau Bir Ali sebelum melanjutkan perjalanan ke Kota Makkah. Di lokasi tersebut, jemaah mengambil niat ihram sebagai bagian dari rangkaian ibadah umrah wajib.
Jemaah yang dalam kondisi sehat dan mampu menjalankan ibadah dipersilakan melaksanakan salat sunnah di masjid. Sementara itu, jemaah lansia dan pengguna kursi roda, termasuk Mbah Mardi, tetap berada di dalam bus demi menjaga kondisi fisik mereka.
Sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah, Mbah Mardi sempat menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Namun, kondisi kesehatannya kini dinyatakan stabil dan terus dipantau petugas pendamping.
Selama menjalani masa pemulihan, Mbah Mardi disebut tetap kooperatif serta memiliki nafsu makan yang baik. Bahkan, ia mengaku menikmati makanan yang diberikan selama berada di Tanah Suci.
“Makanannya enak, saya suka,” ujar Mbah Mardi singkat.
Selama berada di Madinah, Mbah Mardi juga telah menjalani sejumlah ibadah penting, mulai dari salat di Masjid Nabawi hingga berziarah ke Raudhah dan makam Rasulullah SAW.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media