Pendidikan . 15/05/2026, 20:41 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
Direktur Regional Asia Tenggara Positive Technologies, Elena Grishaeva, mengatakan kemitraan dengan universitas di Indonesia membantu memperkuat komunitas ahli keamanan siber di tingkat regional maupun global.
“Ini sejalan dengan misi budaya global kami untuk membantu para profesional keamanan di seluruh dunia mengembangkan karir mereka dengan meningkatkan keterampilan dan kompetensi mereka,” ujar Grishaeva.
Sementara itu, Direktur Pusat Program dan Proyek Pendidikan Positive Technologies, Yuliya Danchina, menyebut Indonesia menjadi salah satu fokus pengembangan pendidikan keamanan siber internasional perusahaan tersebut.
“Keterlibatan mahasiswa Indonesia dalam Positive Hack Camp telah menjadi tradisi yang mapan. Pada 2026, mereka akan berpartisipasi dalam program tersebut untuk ketiga kalinya, menangani kasus dunia nyata dan meningkatkan keterampilan mereka di tingkat global,” kata Danchina.
Positive Technologies juga mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menjadi salah satu target utama serangan siber di Asia Tenggara.
Berdasarkan laporan perusahaan tersebut, Indonesia menyumbang sekitar 40 persen dari seluruh kasus pelanggaran data yang dilaporkan di kawasan Asia Tenggara.
Sebelumnya, pada Mei 2025, Positive Technologies telah menandatangani nota kesepahaman dengan empat institusi di Indonesia.
Keempat institusi tersebut yakni Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Nahdlatul Ulama NTB, Business Center Alumni UI, dan Yayasan Sakuranesia.
Kerja sama itu menjadi bagian dari upaya memperluas pengembangan talenta digital dan keamanan siber di Indonesia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media