Trump Sebut China Akan Terus Beli Minyak dari Iran

news.fin.co.id - 15/05/2026, 09:27 WIB

Trump Sebut China Akan Terus Beli Minyak dari Iran

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan menuju ruang jamuan makan malam di Balai Besar Rakyat, Beijing, Kamis (Kementerian Luar Negeri China)

fin.co.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan pemimpin China Xi Jinping menawarkan bantuan untuk membantu mengakhiri konflik dengan Iran serta menjaga Selat Hormuz tetap terbuka bagi jalur perdagangan global.

Pernyataan itu disampaikan Trump usai pertemuan puncak dengan Xi di Beijing. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menyebut Xi ingin berperan dalam upaya meredakan ketegangan yang telah mengguncang pasar energi dunia dan meningkatkan kekhawatiran meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

“Dia berkata, ‘Saya ingin membantu, jika saya bisa membantu apa pun,’” kata Trump.

Menurut Trump, Xi juga memberikan jaminan bahwa China tidak akan mengirimkan perlengkapan militer kepada Iran di tengah situasi yang memanas.

Advertisement

“Dia mengatakan dia tidak akan memberikan peralatan militer,” kata Trump kepada Fox News. “Itu pernyataan besar.”

Meski demikian, Trump tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai bentuk dukungan lain China terhadap Iran, termasuk kerja sama ekonomi dan perdagangan minyak yang selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan utama Teheran di tengah sanksi Amerika Serikat.

China diketahui menjadi pembeli terbesar minyak Iran. Posisi tersebut dinilai membuat Beijing memiliki pengaruh penting terhadap Teheran, terutama dalam upaya mendorong Iran mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.

Namun, Trump mengatakan Xi tetap menegaskan bahwa China akan terus membeli minyak dari Iran karena kebutuhan energi negaranya.

“Dia mengatakan, Anda tahu, mereka membeli banyak minyak mereka di sana dan mereka ingin terus melakukannya,” kata Trump.

Sementara itu, laporan resmi pemerintah China mengenai pertemuan tersebut tidak secara khusus menyinggung persoalan Iran. Dalam pernyataan Gedung Putih disebutkan Xi sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Pernyataan itu juga menyebut Xi tertarik meningkatkan pembelian minyak Amerika Serikat guna mengurangi ketergantungan China terhadap jalur distribusi energi melalui Selat Hormuz.

“Kedua pihak sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk mendukung arus energi yang bebas,” demikian bunyi pernyataan Gedung Putih.

Selain membahas Iran, pertemuan kedua pemimpin juga menyinggung isu Taiwan yang kembali menjadi sumber ketegangan antara Washington dan Beijing. Xi memperingatkan agar Amerika Serikat berhati-hati dalam menangani persoalan Taiwan.

Advertisement

“AS harus menangani masalah Taiwan dengan sangat hati-hati,” kata Xi, menurut laporan media pemerintah China. “Jika ditangani dengan buruk, kedua negara akan berbenturan atau bahkan bentrok, menempatkan seluruh hubungan AS-China dalam situasi yang sangat berbahaya.”

Pertemuan berlangsung di Aula Besar Rakyat di Beijing dengan nuansa diplomatik yang kental. Trump beberapa kali memuji Xi sebagai “pemimpin hebat”, sementara Xi lebih banyak menekankan pentingnya menjaga stabilitas hubungan kedua negara.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca