fin.co.id — Universitas Indonesia (UI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) guna memperluas sekaligus meningkatkan mutu pengembangan pendidikan tinggi nasional. Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, bersama Ketua Umum PBNU, K.H. Yahya Cholil Staquf, menandatangani nota kesepahaman (MoU) tersebut, Rabu, 13 Mei 2026 di Kantor PBNU, Jakarta.
Melalui kemitraan ini, kedua pihak sepakat untuk memperkuat sinergi akademis, terutama antara UI dengan berbagai perguruan tinggi yang berada di bawah naungan lingkungan Nahdlatul Ulama. Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, memperluas jangkauan akses pendidikan berstandar global, serta mencetak sumber daya manusia (SDM) nasional yang unggul.
Momen penandatanganan ini juga bertepatan dengan tonggak sejarah penting bagi kedua institusi besar tersebut.
“Tahun 2026 menjadi momentum penting karena PBNU memasuki usia satu abad, sementara UI berhasil mencapai peringkat 189 dunia. Capaian ini memperkuat pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan mutu dan pengakuan perguruan tinggi Indonesia di tingkat global. Pengalaman UI dalam membangun kerja sama internasional dapat menjadi model bagi perguruan tinggi di lingkungan NU untuk terus berkembang dan naik kelas,” ujar Prof. Heri dalam sambutannya.
Implementasi Nyata: Skema Kuliah Double Degree dan Penyelarasan Kurikulum
Sebagai bentuk langkah konkret di lapangan, UI menawarkan skema kerja sama jangka panjang yang berfokus pada program double degree serta penguatan kapasitas akademik. Pada tahap awal, tim ahli akan melakukan pemetaan dan penyelarasan kurikulum agar standar pembelajaran di kedua belah pihak dapat berjalan seiringan.
Selanjutnya, UI berkomitmen memberikan pendampingan khusus bagi sejumlah program studi prioritas agar mampu meraih standar internasional. Pendampingan ini mencakup pengembangan mutu, pertukaran pengalaman dalam pengelolaan pendidikan, serta kolaborasi akademik yang intensif.
Kemitraan strategis ini juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi siswa serta santri berprestasi dari sekolah dan pesantren di lingkungan NU. Melalui skema double degree, mahasiswa terpilih bakal menempuh masa studi:
- 2 Tahun Pertama: Menjalani perkuliahan di perguruan tinggi asal lingkungan NU.
- 2 Tahun Berikutnya: Melanjutkan dan menyelesaikan studi di kampus Universitas Indonesia.
Untuk menyokong kelancaran program ini, berbagai sumber beasiswa dari mitra strategis siap mendanai kebutuhan pendidikan mahasiswa, mulai dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), BAZNAS, hingga lembaga donor lainnya.
Hubungan Strategis yang Berkelanjutan Sejak 2024
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menyambut positif kolaborasi ini. Beliau menegaskan bahwa landasan utama kerja sama UI dan PBNU adalah komitmen bersama yang kuat demi memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.
“UI adalah universitas yang memiliki reputasi kuat dan merepresentasikan kualitas pendidikan tinggi Indonesia. NU memiliki kepentingan strategis terhadap UI sebagai universitas tertua, terbesar, dan salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia,” tutur Yahya Cholil Staquf.
Hubungan erat antara PBNU dan UI sebenarnya sudah terajut secara konsisten sejak tahun 2024. Saat itu, kedua lembaga sukses menyelenggarakan konferensi internasional Humanitarian Islam atau Al-Islam Lil Insaniyah pada November 2024.
Saat ini, salah satu penerbit internasional terkemuka di Amerika Serikat tengah bersiap menerbitkan hasil dari konferensi dunia tersebut. Selain itu, UI dan PBNU juga sedang merampungkan persiapan penerbitan serial buku R20, yang merangkum poin-poin penting hasil forum internasional serta muktamar pemikiran peradaban.