Pendidikan . 17/05/2026, 14:44 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Angka tersebut membuat banyak orang mulai mempertanyakan efektivitas pendidikan tinggi saat ini.
Banyak keluarga merasa telah mengeluarkan biaya besar selama bertahun-tahun, tetapi hasil akhirnya tidak sesuai ekspektasi.
Pertanyaan seperti “untuk apa kuliah mahal kalau akhirnya kerja tidak sesuai jurusan?” pun semakin sering muncul.
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah mulai mendorong penataan ulang program studi di perguruan tinggi.
Jurusan yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri disebut akan dievaluasi, digabungkan, bahkan berpotensi ditutup.
Fokus pendidikan tinggi diarahkan ke bidang-bidang strategis seperti:
Digitalisasi
Energi
Ketahanan pangan
Kesehatan
Pertahanan
Maritim
Hilirisasi industri
Manufaktur maju
Tujuannya adalah agar lulusan perguruan tinggi lebih mudah terserap ke dunia kerja dan sesuai kebutuhan industri masa depan.
Meski pemerintah menegaskan penutupan jurusan adalah langkah terakhir, publik telanjur menangkap pesan bahwa jurusan yang dianggap “tidak laku” terancam kehilangan tempat.
Fenomena ini dianggap sejalan dengan kritik yang pernah dibahas dalam buku Dark Academia: How Universities Die karya Peter Fleming.
Dalam buku tersebut, Fleming menggambarkan universitas modern yang semakin dikelola seperti perusahaan bisnis.
Segala hal diukur berdasarkan angka:
Jumlah publikasi
Peringkat kampus
Kerja sama industri
Persentase lulusan cepat bekerja
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media