Nasional . 17/05/2026, 15:47 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Selain menyoroti aparat, Prabowo juga mengungkap pengalamannya menerima laporan dugaan penyimpangan oleh sejumlah pejabat yang disebut memiliki kedekatan dengannya.
Ia mengaku pernah didatangi pejabat dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang meminta arahan terkait pemeriksaan terhadap orang-orang dekat Presiden.
Namun, Prabowo menegaskan pemeriksaan harus tetap berjalan tanpa pandang bulu.
“Teruskan pemeriksaan. Tidak ada orang Prabowo, bukan orang Prabowo, dekat sama saya, ya enggak ada urusan. Kalau ada indikasi, terus periksa,” tegasnya.
Pernyataan itu dinilai menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin menunjukkan komitmen pemberantasan korupsi tanpa melihat kedekatan politik.
Prabowo bahkan menyinggung kader dari partainya sendiri, Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra, yang tetap diproses hukum apabila terbukti melakukan pelanggaran.
“Mau partai saya sendiri Gerindra, cek sudah berapa yang diproses dan ditahan,” ujar Presiden.
Menurut Prabowo, jabatan negara adalah amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat dan negara.
Karena itu, pejabat negara seharusnya lebih berhati-hati dan tidak menyalahgunakan kekuasaan yang diberikan.
Dalam pidato tersebut, Prabowo juga menyinggung tragedi yang dialami aktivis buruh Marsinah.
Menurut dia, kasus Marsinah menjadi pelajaran penting tentang bahaya kolusi antara aparat dan pemilik modal.
“Saya baru sadar, baru paham ya kolusi aparat dipakai oleh kapitalis-kapitalis tertentu dan budaya ini tidak boleh kita teruskan,” katanya.
Pernyataan itu menjadi salah satu bagian paling emosional dalam pidato Presiden di acara peresmian Museum Ibu Marsinah.
Di akhir pidatonya, Prabowo meminta Panglima TNI dan Kapolri memastikan seluruh aparat bekerja secara profesional dan menegakkan hukum secara adil.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media