BI DKI Dukung Platform Gang Dagang, Transaksi QRIS Jakarta Melonjak 141 Persen

news.fin.co.id - 18/05/2026, 18:44 WIB

BI DKI Dukung Platform Gang Dagang, Transaksi QRIS Jakarta Melonjak 141 Persen

Plt Kepala Divisi Perizinan dan Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta, Roes Dina Martha. Foto: BeritaJakarta

fin.co.id - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta mendukung peluncuran platform Gang Dagang sebagai upaya mempercepat transformasi digital UMKM di ibu kota. Platform tersebut dikembangkan melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama sektor swasta untuk memperluas ekosistem ekonomi digital.

Plt Kepala Divisi Perizinan dan Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta, Roes Dina Martha mengatakan, Jakarta memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional yang ditopang tingkat daya saing digital lebih unggul dibandingkan sejumlah daerah lain di Indonesia.

“Provinsi Jakarta ini memang memegang peran penting dalam perekonomian nasional. Dan tentunya peran kita itu didukung dengan pemanfaatan teknologi dalam perluasan ekosistem digital,” ujar Roes Dina, Senin, 18 Mei 2026.

Ia menjelaskan, sejumlah indikator memperlihatkan Jakarta unggul dalam proses transformasi digital. Mulai dari Digital Competitiveness Index, Indeks Masyarakat Digital Indonesia, hingga Local Online Service Index (LOSI) yang disebut berada di atas rata-rata kota global lainnya.

Advertisement

Selain itu, penggunaan transaksi digital berbasis QRIS di Jakarta juga terus menunjukkan peningkatan yang signifikan.

“Frekuensi transaksi QRIS di Provinsi DKI Jakarta pada triwulan I 2026 secara kumulatif tumbuh signifikan sebesar 141,81 persen,” katanya.

Menurut Roes Dina, capaian tersebut memberikan kontribusi sebesar 38,67 persen terhadap total transaksi QRIS nasional. Karena itu, BI DKI Jakarta optimistis platform Gang Dagang mampu memperkuat ekosistem digital UMKM melalui pemanfaatan sistem pembayaran digital serta peningkatan literasi keuangan pelaku usaha.

Di sisi lain, ia menilai konsep gamifikasi yang diusung dalam platform Gang Dagang menjadi pendekatan baru yang dinilai dekat dengan generasi muda, khususnya Gen Z.

“Menurut kami, pendekatan gamifikasi ini adalah sesuatu yang baru dan sangat relevan dengan Gen Z,” ungkapnya.

BI DKI Jakarta berharap kehadiran platform tersebut dapat membantu UMKM meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan, memperluas penggunaan QRIS, hingga membuka akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan otoritas dalam mendukung penguatan UMKM berbasis digital.

“Ke depan, kami berharap inisiatif semacam ini terus berlanjut dan dapat berkontribusi dalam akselerasi digitalisasi UMKM, perluasan ekosistem pembayaran, serta penguatan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing,” tandasnya.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID