Nasional . 18/05/2026, 20:04 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - TNI Angkatan Udara (TNI AU) memastikan proses pelatihan calon penerbang jet tempur Dassault Rafale masih terus berjalan menjelang kedatangan armada pesawat tempur canggih tersebut ke Indonesia.
Persiapan sumber daya manusia menjadi fokus utama TNI AU karena Rafale dikenal sebagai salah satu jet tempur multi-role paling modern di dunia dengan teknologi avionik dan sistem tempur yang sangat kompleks.
Komandan Skadron 12, Binggi Nobel mengatakan tidak semua pilot tempur TNI AU bisa mengikuti program pelatihan Rafale.
“Pelatihan penyiapan sumber daya manusia sedang berjalan dan akan terus dilakukan hingga seluruh pesawat datang,” kata Binggi saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (18/5/2026).
Menurut Binggi, syarat utama menjadi pilot Rafale adalah memiliki pengalaman tinggi sebagai penerbang tempur dengan jam terbang yang memadai.
Setelah lolos seleksi administrasi dan kemampuan, calon penerbang kemudian menjalani pelatihan lanjutan untuk mengoperasikan pesawat tempur generasi modern tersebut.
Saat ini, TNI AU telah memiliki delapan calon pilot Rafale dan empat di antaranya sedang menjalani program konversi atau pelatihan khusus pengoperasian Rafale.
Pelatihan tersebut meliputi:
penguasaan sistem avionik
sistem persenjataan
taktik tempur udara
simulasi penerbangan
praktik penerbangan langsung
Sebagian program pelatihan juga dilakukan di Prancis sebagai negara pembuat Rafale.
Rafale bukan sekadar pesawat tempur biasa. Jet tempur buatan Prancis itu membawa berbagai teknologi modern yang membutuhkan kemampuan tinggi dari seorang pilot.
Salah satu tantangan terbesar adalah kompleksitas sistem avionik dan sensor digital yang dimiliki Rafale.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media