Pendidikan . 18/05/2026, 15:31 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Langkah ini juga bertujuan mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan antar daerah, terutama di wilayah yang masih minim tenaga pengajar Bahasa Inggris.
“Pelatihan akan diberikan secara bertahap kepada guru-guru SD di seluruh Indonesia,” tutur Abdul Mu'ti.
Selain pelatihan, pemerintah juga disebut tengah mempersiapkan regulasi, metode pembelajaran, hingga materi ajar yang sesuai dengan usia siswa sekolah dasar.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu'ti menegaskan revitalisasi dan digitalisasi pendidikan bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Kemendikdasmen saat ini juga fokus pada peningkatan kompetensi dan kualifikasi guru agar mampu mengikuti perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia pendidikan modern.
“Karena itu Kemendikdasmen juga fokus pada peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru,” jelasnya.
Kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD pun dipandang menjadi bagian dari transformasi pendidikan Indonesia menuju sistem pembelajaran yang lebih modern, adaptif, dan kompetitif di tingkat global.
Dengan dimulainya kebijakan ini pada 2027 mendatang, siswa SD di Indonesia nantinya akan lebih awal mengenal Bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi era globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin cepat. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media