Pramono Integrasikan 24 Ribu CCTV di Jakarta untuk Cegah Begal dan Tawuran

news.fin.co.id - 19/05/2026, 20:03 WIB

Pramono Integrasikan 24 Ribu CCTV di Jakarta untuk Cegah Begal dan Tawuran

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo mengatakan, bakal mengikuti kebijakan pemerintah pusat terkait penerapan kerja dari rumah (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat. Foto: Cahyono

fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berencana memperkuat sistem pengawasan keamanan di Ibu Kota dengan mengintegrasikan seluruh kamera pengawas CCTV yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan deteksi dini terhadap tindak kriminal, termasuk aksi begal dan tawuran yang kerap meresahkan masyarakat.

Pramono menjelaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya akan menggabungkan sekitar 24 ribu CCTV ke dalam satu sistem pemantauan terpadu.

Kesepakatan itu sebelumnya telah dituangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman mengenai optimalisasi pemanfaatan CCTV untuk menjaga ketertiban umum di Balai Kota Jakarta pada Senin, 18 Mei 2026.

“Jadi untuk begal, kami kemarin kan sudah menyampaikan, bekerja sama dengan Polda Metro Jaya, ada kurang lebih 24.000 CCTV yang diintegrasikan nantinya,” ujar Pramono di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 19 Mei 2026.

Advertisement

Pramono menuturkan, keberadaan CCTV nantinya tidak hanya berfungsi merekam kejadian, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.

Menurutnya, sistem tersebut dapat membantu aparat dalam memantau berbagai tindak kriminal seperti begal, tawuran, hingga gangguan keamanan lainnya di wilayah Jakarta.

Penanganan persoalan keamanan itu akan dilakukan secara terintegrasi bersama jajaran Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta Budi Awaluddin menjelaskan bahwa selama ini CCTV milik Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya masih dikelola secara terpisah.

Budi menargetkan hingga akhir 2026 sebanyak 7.314 titik CCTV dapat terhubung dalam sistem integrasi untuk mendukung pelayanan publik dan pengawasan kota.

"Ke depan pengembangan terus dilakukan," ujarnya.

Ia menambahkan, pada 2027 jumlah CCTV di Jakarta diproyeksikan bertambah hingga 16.781 titik, sehingga total potensi kamera pengawas yang terintegrasi mencapai 24.095 titik.

"Diasumsikan terdapat dua CCTV pada setiap gedung yang menghadap ke area publik. Pengintegrasian CCTV gedung bertingkat akan dimulai pada tahun 2027," pungkasnya.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID